Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Nipah Jadi Sorotan Dunia, Ini Gejala dan Cara Penularannya

J
Penulis: Juliana Belence❯

Virus Nipah sedang menjadi sorotan.
Virus Nipah sedang menjadi sorotan.


Advertisement

batampos - Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus baru dilaporkan di India.

Penyakit zoonosis mematikan ini memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus.

Pertama kali diidentifikasi saat wabah pada peternak babi dan pekerja di Malaysia dan Singapura tahun 1999. Virus Nipah telah menimbulkan wabah berulang di Bangladesh dan India.

Advertisement

Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien. Infeksi Virus Nipah dapat dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk.

Dalam kasus yang parah, infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis akut, menyebabkan kebingungan, kejang, koma, dan berujung pada kematian.

"Tingkat kematian yang tinggi berkisar antara 40% hingga 75% dalam sejumlah wabah terdokumentasi di Asia," tulis data WHO, dikutip dari WHO, Selasa (27/1).

Advertisement

Saat ini, virus Nipah kembali menjadi sorotan global karena wabah di India.

Beberapa kasus dikonfirmasi di Bengala Barat, termasuk tenaga kesehatan yang terinfeksi dengan ratusan orang diperiksa dan puluhan kontak berisiko dikarantina.

Beberapa negara Asia menerapkan cek kesehatan ala COVID di bandara untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran Nipah lintas batas.

Wabah yang terjadi menimbulkan respon serius karena Nipah termasuk prioritas patogen WHO yang memerlukan percepatan riset pengendalian dan kesiapsiagaan global.

Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan hindari kontak langsung dengan hewan dan cairan tubuhnya, cuci tangan secara rutin, serta hindari konsumsi makanan atau minuman yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Udara Jakarta Kian Buruk, BMKG Ungkap Penyebabnya Bukan Asap Karhutla

Udara Jakarta Kian Buruk, BMKG Ungkap Penyebabnya Bukan Asap Karhutla

Kualitas udara Jakarta kembali memburuk, Kamis (22/10). Konsentrasi partikel polutan halus atau PM2.5 tercatat mencapai 17,5 kali.

Bungkus Rokok Polos Dinilai Berhasil di Australia dan Inggris, Jadi Acuan Banyak Negara

Bungkus Rokok Polos Dinilai Berhasil di Australia dan Inggris, Jadi Acuan Banyak Negara

Bungkus rokok polos menjadi kebijakan di beberapa negara untuk menekan konsumsi tembakau. Berikut ulasan lengkapnya.

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu 40 Derajat Celsius Picu Ribuan Kematian

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu 40 Derajat Celsius Picu Ribuan Kematian

WHO baru saja mengumumkan kabar duka akibat gelombang panas di Eropa. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer