Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara Gabungan AS Israel

Juliana Belence • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:30 WIB

Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran meninggal karena serangan gabungan AS Israel.
Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran meninggal karena serangan gabungan AS Israel.

batampos - Serangan udara besar - besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2), dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Kabar tewasnya dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Minggu (1/3). Ali Khamenei meninggal di kantornya di Tehran saat serangan berlangsung.

Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional. Beberapa anggota keluarga dekatnya, termasuk anak, menantu, dan cucu dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.

Profil Singkat dan Perjalanan Kariernya

Ayatollah Ali Hosseini Khamenei lahir di Mashhad, Iran pada 19 April 1939. Ia bagian dari keluarga religius Syiah.

Tumbuh sebagai pelajar agama yang aktif menentang rezim monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi. Ia memulai pendidikan agama di Qom.

Sejak muda ia terlibat dalam gerakan oposisi terhadap Shah, termasuk menghadapi penangkapan dan penahanan keamanan berkali - kali atas aktivitas politiknya.

Khamenei mengambil posisi penting setelah Revolusi Islam Iran (1979) yang menggulingkan monarki dan mendirikan Republik Islam.

Pada 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat dua periode hingga 1989. Perannya di era revolusi masih terbatas kekuasaannya di bawah Pemimpin Tertinggi saat itu.

Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, Majelis Ahli Iran memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran merupakan jabatan tertinggi dalam struktur kekuasaan negara yang menjadikannya otoritas akhir atas militer, politik, sistem keamanan, dan kebijakan luar negeri.

Dalam masa kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai figur konservatif yang memperkuat peran Islamic Revolutionary Guard Corps dalam politik dan keamanan nasional serta menegaskan doktrin velayat-e faqih (pemerintahan ulama Islam).

Kebijakan luar negerinya sering memicu ketegangan dengan Barat, terutama soal program nuklir Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di wilayah Timur Tengah.

Kepemimpinan Khamenei juga ditandai oleh penindasan terhadap lawan politik dan gelombang protes domestik, termasuk protes besar pada 2009 (Green Movement) dan unjuk rasa besar pada 2022 setelah kematian Jina (Mahsa) Amini.

Karantina kekuasaan yang dibangun Khamenei menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di Timur Tengah pada awal abad ke-21.(*)

Editor : Juliana Belence
#ali khamenei #serangan #iran #ayatollah ali khamenei