Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jurusan Kematian Resmi Dibuka di Kampus Singapura, Fokus pada Duka dan Kesehatan Mental

Juliana Belence • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:15 WIB

Nanyang Technological University Singapura membuka jurusan kematian.
Nanyang Technological University Singapura membuka jurusan kematian.

batampos - Sebuah program studi yang tidak biasa akan segera hadir di Singapura.

Nanyang Technological University (NTU) mengumumkan akan membuka spesialisasi yang mempelajari kematian, proses berduka, hingga perawatan akhir kehidupan.

Program disebut sebagai spesialisasi thanatology tingkat magister pertama di Asia. Sebelumnya lebih banyak ditawarkan oleh universitas di Amerika Utara dan Eropa.

Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek terkait kematian dan kehilangan, seperti

- Proses menjelang kematian

- Pengalaman duka dan kehilangan

- Dukungan psikologis bagi keluarga yang berduka

- Intervensi konseling bagi individu yang kehilangan orang tercinta

Mahasiswa dilatih memberikan dukungan psikologis, sosial, dan spiritual kepada individu maupun komunitas yang menghadapi kematian atau kehilangan.

Program dibuat untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan mental di Singapura.
Setiap tahun negara tersebut mencatat sekitar 30.000 kematian.

Banyak keluarga harus menghadapi proses berduka dan membutuhkan dukungan profesional.

"Banyak orang yang berduka sering merasa sendirian karena kurangnya dukungan profesional yang terlatih secara khusus di bidang ini," ujar Profesor psikologi NTU, Andy Ho, dikutip dari VnExpress International, Selasa (10/3).

Program Master of Science in Psychology diperkirakan menerima sekitar 40 mahasiswa per angkatan dan berlangsung sekitar 1,5 tahun dengan praktik lapangan hingga ratusan jam.

Mahasiswa bisa memilih spesialisasi lain seperti psikologi kesehatan komunitas, neuropsikologi, dan psikologi forensik.

Profesi ini dibutuhkan untuk membantu individu dan keluarga menghadapi masa akhir kehidupan secara lebih manusiawi dan sehat secara psikologis.(*)

Editor : Juliana Belence
#kematian #singapura #jurusan #Nanyang Technological University