Dugaan Keracunan Massal Tanjunguban, Satu Sampel Makanan Positif Bakteri

batampos – Dinas Kesehatan Bintan menemukan bakteri pada sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan massal di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, yang terjadi pada 11 April 2026.
Kepala Dinkes Bintan Retno Riswati mengatakan, hasil uji laboratorium dari BPOM Batam menunjukkan satu dari empat sampel makanan positif mengandung bakteri Enterobacter cloacae.
“Dari empat sampel yang diuji, satu dinyatakan positif bakteri,” ujarnya, Selasa (5/5).
Baca Juga: Demi Tak Kehilangan PKH, Kakek 90 Tahun di Bintan Bertahan di Rumah Nyaris Roboh
Penyelidikan dilakukan sejak 13 April 2026 oleh tim Dinkes bersama puskesmas setempat melalui investigasi epidemiologi, wawancara korban, dan pengambilan sampel makanan.
Meski demikian, Retno memastikan seluruh korban telah sembuh setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Dinkes Bintan juga telah memberikan penyuluhan kepada penyelenggara hajatan terkait pentingnya sanitasi dan higiene dalam pengolahan makanan.
Menurutnya, penjamah makanan wajib memahami lima kunci keamanan pangan, mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menjaga suhu makanan, hingga menggunakan bahan baku yang aman.
“Dalam kondisi memasak dalam jumlah besar, ada kemungkinan beberapa prosedur terlewati,” katanya.
