Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

50 Warga Bintan Kantongi Sertifikat BNSP

S
Penulis: Slamet Nofasusanto❯
Sebanyak 50 pembatik binaan Rumah Batik Bintan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pemberdayaan setelah para peserta memperoleh sertifikat kompetensi membatik cap dan tulis dari BNSP. F. Istimewa
Sebanyak 50 pembatik binaan Rumah Batik Bintan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pemberdayaan setelah para peserta memperoleh sertifikat kompetensi membatik cap dan tulis dari BNSP. F. Istimewa

Advertisement

batampos – Sebanyak 50 warga Kabupaten Bintan resmi mengantongi sertifikat kompetensi membatik cap dan tulis dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut diperoleh setelah mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan pada Desember 2025.

Untuk memastikan keterampilan yang telah dimiliki dapat berkembang menjadi usaha produktif, para pembatik binaan Rumah Batik Bintan kini mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema dari pelatihan menuju kemandirian usaha.

Pengelola Rumah Batik Bintan, Jatmiko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut agar pelatihan yang telah diberikan tidak berhenti sebatas peningkatan keterampilan.

Advertisement

"Tidak cukup kegiatan pelatihan saja, tapi harus ada kelanjutannya," kata Jatmiko usai FGD di Rumah Batik Bintan, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (20/8/2026).

Dorong Pembatik Menjadi Pelaku Usaha Mandiri

Menurut Jatmiko, para pembatik yang telah memiliki sertifikat kompetensi membutuhkan program pemberdayaan lanjutan agar mampu membangun usaha secara mandiri.

Advertisement

Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, terutama keterbatasan peralatan membatik dan ketersediaan bahan baku.

Karena itu, ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus diberikan agar para pembatik dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang usaha.

Motif Batik Manis Bintan Diusulkan Jadi Ikon Daerah

Selain pengembangan sumber daya manusia, Rumah Batik Bintan juga mendorong penguatan identitas batik khas daerah.

Salah satu motif yang tengah dipersiapkan adalah Motif Batik Manis Bintan yang berasal dari Desa Ekang Anculai.

Saat ini, proses sertifikasi motif tersebut masih berlangsung. Jatmiko berharap motif tersebut nantinya dapat menjadi identitas sekaligus ikon Kabupaten Bintan.

Advertisement

Artikel Terkait

Batik Motif Otak-Otak Bintan Dipromosikan di Kriyanusa 2026

Batik Motif Otak-Otak Bintan Dipromosikan di Kriyanusa 2026

Hafizha Rahmadhani mempromosikan batik motif otak-otak khas Bintan dalam Kriyanusa 2026 di Jakarta.

Kemenhaj Batam Siapkan Satgas Awasi Perjalanan Umrah

Kemenhaj Batam Siapkan Satgas Awasi Perjalanan Umrah

Kemenhaj Batam memperketat pengawasan perjalanan umrah dengan mewajibkan PPIU melaporkan keberangkatan jemaah

DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan

DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan

Pemerintah diminta memetakan lokasi jemaah, memastikan kebutuhan akomodasi terpenuhi, serta membuka layanan pengaduan resmi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer