Tambelan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat, Belajar Daring Mulai Senin

batampos - Kecamatan Tambelan, Bintan kembali diselimuti kabut asap pekat. Jarak pandang terbatas hingga menganggu aktivitas warga.
Kabut tersebut diduga kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Camat Tambelan, Asmawi menyebut, kabut asap dalam beberapa hari terakhir semakin menebal.
"Makin pekat kabut asapnya, makin berjerebu," ujar Asmawi, Sabtu (12/9/2026).
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Keluhan mata perih muncul, terutama pada anak-anak sekolah.
Kondisi ini paling mengkhawatirkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menyikapi hal ini, pihak kecamatan menggelar rapat bersama kepala sekolah, puskesmas dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rumah Adat Tambelan, Sabtu (12/9/2026) sore.
Dari rapat tersebut disepakati, kegiatan belajar mengajar mulai Senin (14/9/2026) dilakukan secara daring dari rumah.
"Hasil kesepakatan bersama, mulai hari Senin ditetapkan proses belajar mengajar dilakukan secara daring atau dirumahkan," ujarnya.
Meski sekolah diliburkan, penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Pengambilan MBG dilakukan orangtua atau perwakilan dengan wajib memakai masker.



