
batampos – Pembangunan Masjid Agung di kawasan Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, kembali dilanjutkan tahun ini. Pekerjaan tahap ketujuh tersebut menelan anggaran Rp 5,8 miliar.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Bintan Mohammad Irzan mengatakan, anggaran tahun ini salah satunya difokuskan untuk pengadaan lima kubah masjid.
Kelima kubah tersebut terdiri atas satu kubah utama berukuran besar dan empat kubah berukuran lebih kecil. Total biaya pengadaan kubah mencapai sekitar Rp 4,1 miliar.
“Biaya kubah sekitar Rp 4,1 miliar,” kata Irzan.
Kubah tersebut menggunakan material stainless gold dan didatangkan khusus dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Material itu dipilih karena proses pembuatannya telah dipabrikasi di daerah tersebut.
Menurut Irzan, pemilihan material stainless gold dilakukan setelah melalui sejumlah survei. Selain dinilai minim perawatan, material tersebut dianggap sesuai dengan kondisi iklim tropis di Bintan Buyu.
Dari sisi desain, bentuk dan motif kubah juga dibuat menyerupai Masjid Nabawi dengan sentuhan kearifan lokal Melayu dan dominasi warna emas.
“Material kubah stainless gold, kecenderungannya pemeliharaannya minim sehingga tidak perlu dilakukan pemeliharaan setiap tahun,” ujarnya.
Adapun kubah utama memiliki tinggi sekitar 12,20 meter dengan diameter sekitar 13 meter.
Dilengkapi Sumur Bor dan Instalasi Listrik
Selain pemasangan kubah, pembangunan tahap ketujuh juga mencakup sejumlah pekerjaan pendukung di kawasan masjid.



