Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gandeng PBC, DP3KB dan TP PKK Bintan Dorong Warga Mandiri Lewat Usaha Kuliner

S
Penulis: Slamet Nofasusanto❯
Foto bersama peserta, panitia, dan narasumber kegiatan cooking class yang digelar DP3KB dan TP PKK Bintan bersama Politeknik Bintan Cakrawala di Aula PBC, baru-baru ini. F.PBC untuk Batam Pos
Foto bersama peserta, panitia, dan narasumber kegiatan cooking class yang digelar DP3KB dan TP PKK Bintan bersama Politeknik Bintan Cakrawala di Aula PBC, baru-baru ini. F.PBC untuk Batam Pos

Advertisement

batampos - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan berkolaborasi dengan Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) melalui Program Studi D3 Perjalanan Wisata selaku penyelenggara, menggelar kegiatan Cooking Class dan pelatihan manajemen food cost bertema “Mengolah Peluang: Inovasi Kuliner Khas Bintan”. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula PBC ini diikuti 45 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK Kabupaten Bintan.

Kegiatan ini membekali peserta dengan keterampilan mengolah makanan, pengembangan produk kuliner, serta pengetahuan menghitung biaya produksi sebagai dasar penetapan harga jual. 

Advertisement

Melalui perpaduan materi dan praktik, peserta diajak mengenali potensi kuliner sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari lingkungan keluarga.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dirancang dan dikelola oleh Program Studi D3 Perjalanan Wisata PBC sebagai event organizer, mulai dari perencanaan, pengaturan rundown, hingga pemanduan rangkaian acara. 

Dalam pelaksanaannya, Prodi D3 Perjalanan Wisata menggandeng dosen D3 Seni Kuliner dan D4 Pengelolaan Perhotelan PBC sebagai pemateri dan pemandu praktik. 

Advertisement

Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Direktur PBC, Dr. EAD Karuniawati, M.Par., menyampaikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengembangan usaha. Peserta diharapkan tidak hanya mampu mengolah produk kuliner, tetapi juga memahami biaya produksi dan mempertimbangkan harga jualnya," ujarnya.

Kegiatan ini mencakup dua sesi materi yang dilengkapi dengan praktik. Sesi pertama membahas Manajemen Food Cost dan Strategi Jual Produk UMKM, disampaikan oleh Welli Braham Kurniawan, SST.Par., M.Par., dosen D4 Pengelolaan Perhotelan PBC. 

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer