
Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap potensi serta risiko bencana di lingkungan masing-masing.
“Tujuannya agar keluarga tidak hanya tahu, tetapi juga siap bertindak saat bencana terjadi,” ujarnya.
Menurut Ronny, keluarga merupakan lingkup terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam mengenali potensi risiko bencana, memahami langkah penyelamatan, dan mengambil tindakan yang tepat saat bencana terjadi. Keluarga juga menjadi pihak pertama yang menghadapi situasi darurat sebelum bantuan datang.
Karena itu, kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkup terkecil dalam masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pengetahuan kebencanaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak panik dan mampu bertindak cepat, tepat, serta terarah ketika menghadapi bencana.
Ronny juga meminta peserta menjadi agen edukasi dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Ilmu yang diperoleh hendaknya diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran dan budaya tanggap bencana dari lingkungan keluarga. Dengan begitu, masyarakat Bintan semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (*)
