Terekam Video, Wanita Tertangkap Mencuri di Swalayan Km 16 Toapaya Bintan, Kasus Berakhir Damai
Slamet Nofasusanto• Selasa, 13 Januari 2026 | 14:00 WIB
PEKERJA swalayan menangkap seorang wanita yang ketahuan mencuri barang di salah satu swalayan di Km 16 Toapaya, Bintan, Senin (12/1/2026). F.Marto untuk Batam Pos.
Batampos - Seorang wanita tertangkap mencuri di salah satu swalayan diKm 16 Toapaya, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi tersebut terekam kamera dan videonya sempat beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, wanita yang mengenakan helm terlihat dicegat pekerja swalayan saat hendak meninggalkan toko. Ia sempat berupaya mengembalikan barang yang diambil, namun petugas meminta wanita tersebut menuju meja kasir untuk dilakukan pemeriksaan.
Saat dilakukan pengecekan, sejumlah barang yang diduga hasil curian ditemukan disembunyikan di balik kerudung yang dikenakannya. Wanita tersebut kemudian dibawa oleh seorang pria yang diduga petugas keamanan swalayan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolsek Gunung Kijang,Iptu Rabul Yamin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, wanita tersebut nekat melakukan pencurian karenaalasan ekonomi.
“Benar, yang bersangkutan tertangkap mencuri di salah satu swalayan di Km 16 Toapaya. Alasan melakukan pencurian karena faktor ekonomi,” ujar Rabul saat ditemui tadi malam.
Menurut Rabul, wanita tersebut merupakanwarga Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Barang yang diambil berupapena dan sebuah tempat minumdengan nilai kerugian yang relatif kecil.
Pihak kepolisian sempat mengamankan wanita tersebut kePolsek Gunung Kijanguntuk dilakukan proses mediasi. Karena nilai kerugian berada di bawahRp2,5 juta, kasus tersebut dikategorikan sebagaitindak pidana ringan (tipiring).
“Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sudah dibuatkan surat pernyataan,” jelas Rabul.
Ia juga mengimbau para pemilik toko dan swalayan yang belum memilikikamera pengawas (CCTV)agar segera melengkapinya guna mempermudah pengawasan dan mencegah tindak kejahatan.
“Dengan adanya CCTV, aktivitas di dalam toko bisa lebih mudah dipantau,” tutup Rabul. (*)