batampos – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan resmi menjadi pengelola Stadion Megat Alang Perkasa di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Setelah status pengelolaan beralih, Dispora langsung memprioritaskan perbaikan atap stadion yang dinilai paling mendesak.
Penetapan pengelolaan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bintan tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Aset Daerah tertanggal 12 Januari 2026. Sebelumnya, stadion berada di bawah pengelolaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bintan.
Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, mengatakan pihaknya telah menerima SK tersebut dan kini sah mengelola stadion.
“SK Bupati sudah kami terima. Secara resmi Dispora diperkenankan mengelola aset tersebut,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Alfeni, kondisi atap stadion menjadi perhatian utama karena tingkat kerawanannya cukup tinggi. Perbaikan atap dinilai sebagai langkah awal sebelum stadion kembali difungsikan untuk kegiatan olahraga maupun event daerah.
“Yang paling urgent adalah atapnya. Mudah-mudahan bisa segera kita perbaiki,” katanya.
Dispora telah mengajukan anggaran perbaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bintan. Jika disetujui, perbaikan atap akan didahulukan melalui skema APBD Perubahan.
“Kami analisa di APBD Perubahan tidak cukup untuk semua item. Karena itu kami usulkan atap terlebih dahulu karena sisi kerawanannya ada di sana,” jelasnya.
Setelah perbaikan atap rampung, Dispora berencana mengaktifkan kembali stadion dengan menggelar sejumlah kegiatan, termasuk turnamen sepak bola Bupati Cup.
“Mungkin kegiatan pertama dari Dispora akan dilaksanakan di sana. Kami juga rencanakan event sepak bola Bupati Cup,” tambah Alfeni.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan sebelumnya telah menghitung kebutuhan anggaran perbaikan stadion secara keseluruhan yang diperkirakan mencapai Rp1.112.600.000. Item terbesar berada pada penggantian penutup dan rangka atap.
Kepala Dinas Perkim Bintan, Mohammad Irzan, menyebut perbaikan atap memang menyerap porsi anggaran paling besar.
“Item biaya paling besar adalah perbaikan atap, meliputi penutup dan rangka atap,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap perbaikan dapat segera terealisasi agar Stadion Megat Alang Perkasa kembali dimanfaatkan masyarakat serta mendukung pembinaan olahraga di Bintan. (*)
Editor : Jamil Qasim