Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kekeringan Melanda, Warga Seri Kuala Lobam Salat Istisqa

Slamet Nofasusanto • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:30 WIB

Masyarakat Seri Kuala Lobam berdoa setelah melaksanakan salat Istisqa di halaman Masjid Al Hikmah, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (27/3/2026) pagi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Masyarakat Seri Kuala Lobam berdoa setelah melaksanakan salat Istisqa di halaman Masjid Al Hikmah, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (27/3/2026) pagi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Di tengah musim kemarau yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat Kecamatan Seri Kuala Lobam menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Masjid Al Hikmah, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (27/3) pagi. Ratusan warga mengikuti salat berjemaah dengan khusyuk.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Seri Kuala Lobam, Ustaz Silahudin, bertindak sebagai imam sekaligus khotib dalam pelaksanaan salat tersebut.

Sebelum salat dimulai, panitia terlebih dahulu menjelaskan tata cara pelaksanaan salat Istisqa kepada para jemaah.

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas Tanjungpermai Polsek Bintan Utara, Aiptu Yoyok Sumantri, turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Ia mengatakan, cuaca panas yang disertai angin kencang membuat sejumlah wilayah di Bintan mengalami kekeringan dan rawan kebakaran.

“Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat pidana sesuai Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara dan denda,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar agar wilayah Bintan tetap aman dari karhutla.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Silahudin mengajak para jemaah untuk bertaubat, memperbanyak istighfar, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Menurutnya, salah satu sebab tertahannya turunnya hujan adalah kurangnya kepedulian terhadap sesama, seperti menahan hak fakir miskin.

“Dengan salat Istisqa ini, kita berharap Allah SWT menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Seri Kuala Lobam, Nona Yani M Abas Manupassa, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan.

Ia juga mengajak masyarakat terus berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar persoalan kekeringan yang melanda wilayah Seri Kuala Lobam dapat segera teratasi. (*)

Editor : M Tahang
#salat istisqa