Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Insentif Baru untuk Genjot Manufaktur

A
Penulis: Antara❯
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (ANTARA/HO-Kemenperin)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (ANTARA/HO-Kemenperin)

Advertisement

batampos — Pemerintah tengah mengkaji pemberian stimulus dan insentif baru guna mempercepat pertumbuhan sektor manufaktur sebagai motor utama ekonomi nasional. Langkah ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa.

Agus menegaskan, sektor manufaktur memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, pada 2025, pertumbuhan industri manufaktur tercatat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional—sebuah capaian yang baru terjadi dalam 14 tahun terakhir.

“Kami membahas berbagai kebijakan dan langkah konkret, termasuk stimulus dan insentif, agar pertumbuhan manufaktur bisa lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Agus usai pertemuan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Advertisement

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,30 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Angka ini memperkuat posisi manufaktur sebagai sektor kunci dalam struktur ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah menilai masih terdapat sejumlah hambatan di lapangan yang perlu segera diatasi, mulai dari efisiensi produksi hingga dukungan kebijakan. Untuk itu, koordinasi lintas kementerian diperkuat guna mencari solusi yang tepat bagi pelaku industri.

Agus juga mengapresiasi inisiatif Kementerian Keuangan yang membentuk tim “bottlenecking” untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.

Advertisement

Selain penguatan pasar domestik, pemerintah turut mendorong peningkatan ekspor produk manufaktur. Saat ini, sekitar 75 hingga 80 persen ekspor Indonesia berasal dari sektor manufaktur, namun sebagian besar produksinya masih diserap pasar dalam negeri.

Kondisi tersebut berbeda dengan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memiliki orientasi ekspor manufaktur lebih kuat.

Pemerintah menargetkan peningkatan porsi ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan pasar domestik. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional di pasar global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

“Kami ingin meningkatkan ekspor produk manufaktur, namun tetap menjaga keseimbangan agar pasar domestik tetap kuat,” kata Agus.

Advertisement

Artikel Terkait

TKDN Drone Frogs Indonesia Tembus 66 Persen, Bidik Pasar Pertanian

TKDN Drone Frogs Indonesia Tembus 66 Persen, Bidik Pasar Pertanian

Frogs Indonesia meningkatkan TKDN drone hingga 66 persen dan membidik kebutuhan sektor pertanian, termasuk program cetak sawah nasional.

Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya Masih Dicetak, Ini Penjelasan BI

Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya Masih Dicetak, Ini Penjelasan BI

BI menjelaskan alasan Rupiah bertanda tangan Perry Warjiyo dan Purbaya masih dicetak meski keduanya telah berganti jabatan.

Istri Purbaya Buka Suara Usai Dicopot dari Menkeu: Kebenaran Akan Terungkap

Istri Purbaya Buka Suara Usai Dicopot dari Menkeu: Kebenaran Akan Terungkap

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, buka suara usai pergantian Menkeu. Ia menyinggung kejujuran dan kebenaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer