Rupiah Menguat ke Rp17.325 per Dolar AS, Dipicu Meredanya Konflik Timur Tengah

batampos - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis pagi menguat 62 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.325 per dolar AS.
Penguatan itu terjadi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.387 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, dukungan pemerintah China terhadap upaya gencatan senjata turut meningkatkan optimisme pasar global.
“Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” kata Josua kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu Agency, pemerintah China menyatakan dukungan kepada Iran di tengah konflik dengan AS. Sikap tersebut disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pekan depan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan penghentian permusuhan secara penuh sangat penting dan konflik baru tidak dapat diterima. Ia juga menilai negosiasi menjadi langkah yang paling mendesak.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir berlangsung sangat baik.
Trump bahkan mengatakan peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang antara AS dan Israel dengan Iran sangat mungkin terjadi.



