Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonom Kritik Santainya Presiden Prabowo Respons Pelemahan Rupiah

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com)

Advertisement

batampos – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai bukan persoalan sepele. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengingatkan dampak depresiasi rupiah akan langsung dirasakan masyarakat, termasuk warga di pedesaan.

Pernyataan itu disampaikan Bhima menanggapi komentar Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Bhima, pandangan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan ekonomi nasional. Ia menilai pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS berpotensi memicu kenaikan biaya hidup di berbagai sektor.

“Itu Prabowo kayaknya perlu dibriefing soal ekonomi dasar,” ujar Bhima kepada JawaPos.com, Sabtu (16/5).

Bhima menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih terhubung dengan pasar global dibandingkan masa krisis 1998. Karena itu, dampak gejolak nilai tukar dan kenaikan harga energi dunia akan lebih cepat dirasakan masyarakat.

Advertisement

Menurut dia, subsidi energi seperti BBM dan LPG memang masih mampu meredam lonjakan harga untuk sementara waktu. Namun tekanan tersebut dinilai tidak akan bertahan lama jika rupiah terus melemah.

“Sekarang semua seolah bisa ditahan dengan subsidi BBM dan LPG. Tapi kalau tekanan kurs terus terjadi, dampaknya tetap akan terasa,” katanya.

Bhima menilai pelemahan rupiah akan memicu efek berantai terhadap harga LPG, pupuk, hingga bahan kebutuhan pokok. Sebab, banyak komponen barang dan bahan baku di Indonesia masih bergantung pada impor.

Advertisement

Artikel Terkait

Di Batam,  Ibu Rumah Tangga Keluhkan Belanja Makin Mahal

Di Batam, Ibu Rumah Tangga Keluhkan Belanja Makin Mahal

Harga cabai merah di Batam mencapai Rp95 ribu per kg. Warga berharap kunjungan Menko Pangan Zulkifli Hasan membawa solusi.

Libur Sekolah Usai, Harga Sembako di Batam Masih Terkendali

Libur Sekolah Usai, Harga Sembako di Batam Masih Terkendali

Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam mengatakan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Batam masih terpantau aman meskipun  liburan sekolah…

Pasokan Menipis, Warga Kesulitan Dapat Ayam Potong di Tanjunguban

Pasokan Menipis, Warga Kesulitan Dapat Ayam Potong di Tanjunguban

Pasokan ayam potong di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara berkurang. Akibatnya, sejumlah warga kesulitan mendapatkan ayam potong untuk …

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer