
batampos — Pemerintah mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dengan memanfaatkan cadangan nikel yang melimpah serta pasar otomotif domestik yang terus tumbuh. Indonesia pun ditargetkan menjadi salah satu pemain utama dalam rantai industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) global.
Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) agar transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri lokal berjalan lebih cepat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
“Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” kata Agus di Jakarta, kemarin (28/5).
Menurut dia, keterlibatan IKM menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah perubahan besar menuju kendaraan berbasis listrik.
Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh
Dorongan terhadap industri lokal sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional yang meningkat signifikan sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit. Angka tersebut melonjak 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Adapun jumlah sepeda motor listrik pada Februari 2026 telah mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.



