Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program KIMARA Pertamina di Batam Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Warga binaan Program KIMARA menunjukkan hasil panen sayuran hidroponik serta produk pengelolaan sampah yang dikembangkan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui pendampingan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.   (istimewa)
Warga binaan Program KIMARA menunjukkan hasil panen sayuran hidroponik serta produk pengelolaan sampah yang dikembangkan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui pendampingan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular. (istimewa)

Advertisement

batampos – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim. Salah satunya diwujudkan melalui Program KIMARA (Kampung Inovasi Sampah Permata Bandara) yang dijalankan bersama Unit Bank Sampah (UBS) RT One Berseri di Kota Batam.

Program tersebut mengusung konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular dan prinsip zero waste. Melalui pendekatan ini, sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi diolah menjadi berbagai produk bermanfaat yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Program KIMARA merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, masyarakat didorong untuk mengolah sampah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha baru dan menambah pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok ibu rumah tangga,” ujar Fahrougi.

 

Advertisement

Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

Selama program berjalan, UBS RT One Berseri berhasil mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Limbah buah yang berasal dari kedai jus dan pedagang buah diolah menjadi eco enzyme dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 41 kilogram setiap bulan.

Selain itu, sebanyak 231 kilogram sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara 39 kilogram lainnya diolah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong pengembangan budidaya hidroponik sebagai sumber pangan sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

PURANA Sulap Kain Perca Jadi Karya Seni Bernilai

PURANA Sulap Kain Perca Jadi Karya Seni Bernilai

PURANA menghadirkan Renjana Perca 2026, pameran yang mengubah kain perca dan kardus daur ulang menjadi karya seni bernilai tinggi.

Pertamina Pasok 57,9 Juta Liter BBM ke Bali

Pertamina Pasok 57,9 Juta Liter BBM ke Bali

Pertamina memasok 57,9 juta liter BBM ke Bali pada 14–17 Oktober 2026 dan menyiapkan tambahan 60 SPBU beroperasi 24 jam.

Stok Avtur MotoGP Mandalika 2026 Aman hingga 27 Hari, Permintaan Diprediksi Naik 48 Persen

Stok Avtur MotoGP Mandalika 2026 Aman hingga 27 Hari, Permintaan Diprediksi Naik 48 Persen

Pertamina memastikan stok avtur di Lombok aman hingga 27 hari untuk mendukung MotoGP Mandalika 2026, saat permintaan diprediksi naik 48 pers

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer