Apindo: Pasokan Gas Batam Harus Ditambah, Industri Terancam

batampos – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam mendesak pemerintah pusat segera menambah pasokan gas bagi Batam. Langkah tersebut dinilai mendesak untuk menjaga kelangsungan aktivitas industri, mencegah gangguan produksi, serta memastikan pasokan listrik di kawasan industri tetap stabil.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan pembatasan pemakaian gas yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terjadi akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan (unbalance) menyusul adanya pekerjaan perawatan (maintenance) pada sumur pemasok gas.
Berdasarkan informasi yang diterima Apindo, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026.
"Perkiraan mereka sampai Desember (2026) tahun ini," kata Rafki kepada Batam Pos, Jumat (4/9).
Sebelumnya, PGN Area Batam menjelaskan pembatasan penggunaan gas dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi di tengah keterbatasan pasokan dari sumber hulu. Penyesuaian tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan pasokan.
Industri Berisiko Terganggu
Rafki menilai dampak pembatasan tidak terlalu dirasakan oleh perusahaan dengan konsumsi gas kecil. Namun, kondisi berbeda dialami industri yang bergantung pada pasokan gas dalam volume besar.
Menurutnya, pengurangan pasokan berpotensi mengganggu proses produksi dan meningkatkan risiko terganggunya operasional perusahaan.
"Pembatasan ini tidak begitu dirasakan oleh perusahaan yang memakai gas dalam jumlah kecil. Tapi bagi perusahaan yang membutuhkan pasokan gas besar, akan sangat terganggu," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah kawasan industri di Batam memiliki Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (Wilus) yang menggunakan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Apabila pasokan gas terus terbatas, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keandalan pasokan listrik bagi ratusan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.



