
batampos – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian nasional siap bergerak menuju pertumbuhan 6 persen dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (8/9), bertepatan dengan satu tahun dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025.
Purbaya mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 berpotensi mendekati 6 persen. Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi hal menarik karena menunjukkan bahwa kebijakan dan teori ekonomi mulai terlihat hasilnya di lapangan.
“Saya pikir kuartal tahun ini bisa mendekati 6 persen pertumbuhannya. Untuk senangnya sih di situ, untuk ekonom seperti saya yang paling menarik adalah ketika teori diuji di lapangan dan hasilnya sesuai dengan kenyataan,” kata Purbaya.
Keluar dari Pertumbuhan 5 Persen
Purbaya meyakini Indonesia telah keluar dari tren pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen. Meski demikian, ia mengakui laju pertumbuhan masih mengalami fluktuasi.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal I 2026, sebelum melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026.
“Walaupun ekonomi Indonesia belum lari kencang-kencang amat, tapi saya pastikan sudah keluar dari pertumbuhan 5 persen. Kuartal IV tahun lalu kan 5,39 persen, kuartal pertama 2026 5,61 persen, kuartal kedua 5,29 persen,” ujarnya.
Menurut Purbaya, perlambatan pada kuartal II terjadi akibat gangguan ekonomi global. Namun, kondisi perekonomian saat ini dinilai kembali memiliki momentum untuk bergerak menuju pertumbuhan 6 persen.
“Agak surut sedikit karena gangguan global, tapi sekarang siap gerak ke arah 6 persen lagi,” katanya.
Bangun Kepercayaan Masyarakat
Purbaya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih optimal. Salah satunya adalah tingkat kepercayaan atau confidence masyarakat terhadap kondisi perekonomian.



