Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Hadiri Forum BRICS 2026 di India, Dorong Kelancaran Perdagangan Global

J
Penulis: JawaPos❯
Rangkaian pertemuan BRICS Customs Experts Meeting dan BRICS Heads of Customs Administrations Meeting tahun 2026 di Chandigarh, India yang diselenggarakan pada 17-19 Agustus 2026. (Ist).
Rangkaian pertemuan BRICS Customs Experts Meeting dan BRICS Heads of Customs Administrations Meeting tahun 2026 di Chandigarh, India yang diselenggarakan pada 17-19 Agustus 2026. (Ist).

Advertisement

batampos - Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menghadiri rangkaian BRICS Customs Experts Meeting dan BRICS Heads of Customs Administrations Meeting 2026 yang berlangsung pada 17-19 Agustus 2026 di Chandigarh, India.

Pada 2026, BRICS berada di bawah keketuaan India dengan mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.

Kerja sama BRICS mencakup tiga pilar utama, yakni Political and Security, Economy and Finance, serta Culture and People to People. Kerja sama kepabeanan menjadi bagian dari agenda Trade, Investment, and Finance di bawah pilar Economy and Finance.

Advertisement

“Keterlibatan Bea Cukai dalam forum tersebut tidak hanya merupakan bentuk partisipasi dalam kerja sama internasional, tetapi juga upaya memperjuangkan kepentingan Indonesia melalui kerja sama kepabeanan yang relevan dengan perdagangan, pengawasan lintas negara, teknologi, dan peningkatan kapasitas,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetyo.

BRICS merupakan organisasi antarpemerintah yang beranggotakan 11 negara, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak 1 Januari 2025. Keanggotaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia di tingkat global, mengangkat kepentingan bersama negara-negara Global South, serta memanfaatkan kerja sama konkret BRICS bagi kepentingan nasional dan pembangunan Indonesia.

Advertisement

Bahas AEO hingga Digitalisasi Kepabeanan

Dalam rangkaian BRICS Customs Experts Meetings dan BRICS Heads of Customs Administrations Meeting, Bea Cukai bersama administrasi kepabeanan negara anggota membahas sejumlah agenda strategis.

Pembahasan dilakukan melalui BRICS AEO (Authorized Economic Operator) Working Group, BRICS Law Enforcement Working Group, BRICS Digitalization and Intellectualization Working Group, serta agenda Capacity Building.

Partisipasi Bea Cukai dalam forum tersebut dinilai memiliki relevansi bagi kepentingan Indonesia. Pembahasan mengenai pengembangan program AEO dan Mutual Recognition Arrangement (MRA) dapat mendukung kelancaran perdagangan bagi pelaku usaha yang memenuhi standar kepatuhan dan keamanan rantai pasok.

Advertisement

Artikel Terkait

Banyak Lurah Tak Hadiri Upacara HUT Ke-24 Kepri di Bintan, Roby Minta Pembinaan

Banyak Lurah Tak Hadiri Upacara HUT Ke-24 Kepri di Bintan, Roby Minta Pembinaan

Banyak lurah tidak menghadiri upacara HUT Ke-24 Kepri di Bintan. Bupati Roby Kurniawan meminta lurah dan kades yang absen mendapat pembinaan

Ratusan Perusahaan Shanghai Bidik Pasar Indonesia

Ratusan Perusahaan Shanghai Bidik Pasar Indonesia

Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama di lima sektor melalui Shanghai Fair Indonesia 2026 pada 11–12 November di JIExpo Kemayoran, Jak

Penerima Beasiswa LPDP Diminta Kembali ke Indonesia

Penerima Beasiswa LPDP Diminta Kembali ke Indonesia

Wamenkeu Nurkholisoh mengingatkan penerima beasiswa LPDP bahwa dana pendidikan berasal dari APBN dan harus dibalas dengan integritas serta p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer