
batampos - Konektivitas udara antara Malaysia dan Indonesia semakin diperkuat seiring pembukaan dua rute baru Batik Air yang menghubungkan Penang dengan Batam serta Subang dengan Bali.
Langkah ini dinilai sejalan dengan tingginya mobilitas wisatawan kedua negara. Kedekatan geografis membuat Malaysia dan Indonesia menjadi pasar penting dalam perjalanan wisata, bisnis, hingga layanan kesehatan.
Sepanjang 2025, sebanyak 4,3 juta wisatawan asal Indonesia tercatat mengunjungi Malaysia. Jumlah tersebut meningkat 2,9 persen dibandingkan 2024.
Selain perjalanan wisata dan bisnis, wisata medis menjadi salah satu faktor yang mendorong kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan layanan dokter spesialis menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari layanan medis.
Sebaliknya, Indonesia juga menjadi salah satu tujuan liburan favorit wisatawan Malaysia. Bali dan Batam termasuk destinasi yang banyak menarik wisatawan dari Negeri Jiran.
Penang-Batam Mulai 18 Oktober
Batik Air akan membuka penerbangan langsung Penang-Batam mulai 18 Oktober 2026. Rute tersebut akan dilayani tiga kali dalam sepekan.
Rute baru ini melengkapi layanan Batik Air dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menuju Batam yang saat ini tersedia tujuh kali dalam sepekan.
Dengan tambahan penerbangan dari Penang, akses wisatawan dari wilayah utara Malaysia menuju Batam menjadi lebih langsung tanpa harus terlebih dahulu melakukan perjalanan melalui Kuala Lumpur.
Batam sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan Malaysia ke Indonesia. Kedekatannya dengan Malaysia dan Singapura juga membuat kota ini memiliki pasar perjalanan lintas negara yang cukup kuat.
Subang-Bali Empat Kali Sepekan
Selain Penang-Batam, Batik Air juga membuka rute langsung dari Sultan Abdul Aziz Shah Airport atau Bandara Subang, Selangor, menuju Bali.



