Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Dunia Tertekan, Pasar Cermati Pasokan dari Teluk Persia

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi perdagangan melalui kapal yang melintasi Selat Hormuz (Al-Jazeera)
Ilustrasi perdagangan melalui kapal yang melintasi Selat Hormuz (Al-Jazeera)

Advertisement

batampos – Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Jumat (16/10) pagi di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai pemulihan aliran minyak fisik dari kawasan Teluk Persia.

Mengutip Investing.com, pada pukul 08.05 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman mendatang turun 0,58 poin atau 0,55 persen menjadi USD 105,35 per barel. Sementara itu, pada Kamis (15/10) pagi, Brent diperdagangkan di level USD 105,27 per barel.

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 0,71 poin atau 0,72 persen menjadi USD 97,28 per barel. Pada Kamis (15/10) pagi, harga WTI tercatat sebesar USD 94,46 per barel.

Advertisement

Pergerakan harga minyak tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian pasokan global, terutama terkait situasi keamanan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, ketidakpastian mengenai pemulihan aliran minyak fisik dari Teluk Persia meningkat. Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa kapal kontainer yang tenggelam di Selat Hormuz pada pekan ini terkena proyektil Iran.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak WTI sepanjang pekan ini dilaporkan melampaui kenaikan harga Brent. Kondisi tersebut mempersempit selisih harga kedua minyak acuan dunia itu, seiring penurunan biaya pengiriman minyak mentah AS yang mendorong permintaan.

Advertisement

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) telah menyepakati pelepasan 100 juta barel minyak yang sebelumnya masih tertunda akibat intervensi pada Maret.

Presiden AS Donald Trump berupaya meredam kenaikan harga bensin dan solar yang terdampak konflik AS-Iran.

Meski demikian, risiko eskalasi konflik masih menjadi perhatian pelaku pasar. Analis Eurasia Group, dalam sebuah catatan, memperkirakan peluang peningkatan intensitas konflik naik dari 35 persen menjadi 65 persen.

"Konflik kemungkinan akan meningkat," demikian pernyataan analis Eurasia Group tersebut.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Ratusan Perusahaan Shanghai Bidik Pasar Indonesia

Ratusan Perusahaan Shanghai Bidik Pasar Indonesia

Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama di lima sektor melalui Shanghai Fair Indonesia 2026 pada 11–12 November di JIExpo Kemayoran, Jak

Minat Gowes Meningkat, Industri Sepeda Bidik Pasar Lebih Luas

Minat Gowes Meningkat, Industri Sepeda Bidik Pasar Lebih Luas

Permintaan sepeda di Indonesia mencapai 5,5 juta hingga 7 juta unit per tahun. Industri lokal berpeluang memperluas pasar, didukung tren gow

Harga Minyak Dunia Mereda, Pasar Soroti Diplomasi AS-Iran di PBB

Harga Minyak Dunia Mereda, Pasar Soroti Diplomasi AS-Iran di PBB

Harga minyak dunia melemah setelah kekhawatiran pasokan Timur Tengah mereda. Investor kini memantau diplomasi AS-Iran di Sidang Umum PBB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer