
batampos – PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,12 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut melonjak 584 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 602,42 miliar.
Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan perolehan tersebut menjadi rekor laba bersih tertinggi perseroan untuk periode sembilan bulan.
“Pencapaian laba bersih sebesar Rp 4,12 triliun pada 9M 2026 merupakan rekor tertinggi perseroan untuk periode sembilan bulan,” ujar Restu, dikutip Minggu (1/11).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 16,15 triliun. Angka ini meningkat 144 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 6,61 triliun.
Kenaikan pendapatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan serta harga jual rata-rata logam timah.
Seiring peningkatan pendapatan, laba usaha perseroan juga melonjak 594 persen menjadi Rp 5,60 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, laba usaha tercatat sebesar Rp 807,25 miliar.
Sementara itu, EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi mencapai Rp 6,18 triliun. Angka tersebut meningkat 323 persen dibandingkan periode sembilan bulan 2025 sebesar Rp 1,46 triliun.
Penguatan kinerja juga tercermin dari sejumlah indikator profitabilitas. Operating Margin tercatat sebesar 34,67 persen, naik dari 12,22 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA Margin meningkat menjadi 38,26 persen dari 22,08 persen. Sementara Net Profit Margin naik menjadi 25,52 persen, dibandingkan sebelumnya sebesar 9,12 persen.
Dari sisi posisi keuangan, total aset PT Timah per 30 September 2026 mencapai Rp 17,26 triliun. Jumlah tersebut meningkat 26 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 13,64 triliun.



