
batampos - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebut kondisi kabut asap yang melanda Indonesia, Malaysia, dan Singapura turut memengaruhi pergerakan wisatawan, terutama dari negara tetangga.
Humas BPS Kepri Resa Surya Utama mengatakan, kabut asap membuat pemerintah Singapura membatasi aktivitas warganya di luar rumah. Kondisi tersebut sedikit banyak berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, termasuk Kepri.
“Artinya, Pemerintah Singapura bukan melarang warganya bepergian ke Indonesia, tetapi membatasi aktivitas di luar rumah karena kabut asap,” kata Resa di Tanjungpinang, Senin.
Berdasarkan data BPS Kepri, jumlah kunjungan wisman pada September 2026 mencapai 200.584 kunjungan. Angka tersebut turun 11,26 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 226.035 kunjungan.
Resa menjelaskan, penurunan kunjungan pada September tidak terlepas dari pola musiman pariwisata Kepri. Setiap tahun, kunjungan wisman cenderung meningkat pada Agustus, terutama karena momentum libur kemerdekaan di Singapura dan Malaysia.
Kedua negara tersebut selama ini menjadi penyumbang utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, kinerja pariwisata Kepri sepanjang 2026 masih menunjukkan tren positif.
Secara kumulatif, kunjungan wisman selama Januari-September 2026 mencapai sekitar 1,6 juta kunjungan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,4 juta kunjungan.
“Bahkan, kunjungan wisman Kepri September 2026 jadi yang tertinggi sejak 2021 atau setelah pandemi COVID-19,” ujar Resa.



