Minggu, 14 Agustus 2022

Polairud Polresta Barelang Tingkatkan Patroli dan Pengawasan di Laut

Baca Juga

Polda Kepri Polairud
Ilustrasi. Ditpolairud Polda Kepri mengamankan kapal yang membawa 100 penumpang tujuan Guntung dan Tembilahan tanpa surat keterangan negatif Covid-19 beberapa waktu lalu. Foto: Andika untuk Batam Pos

batampos – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Barelang meningkatkan patroli dan pengawasan di laut untuk mengantisipasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal melalui Batam.

Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol R. Moch. Dwi Ramadhanto, mengatakan, patroli dan pengawasan akan lebih diperketat di pelabuhan tidak resmi.

“Kita tingkatkan patroli di perairan, dan perketat pengawasan di pelabuhan (tikus),” ujar Ramadhanto.

Ramadhanto menjelaskan, pengiriman TKI ilegal melalui Perairan di Batam memang kembali ditemukan. Terbukti, dalam beberapa waktu terjadi pengiriman PMI ilegal di Perairan Pulau Putri, Nongsa.

Pengiriman ini menggunakan speedboat hingga terjadi kecelakaan dan menyebabkan 7 orang PMI hilang.

“Bukan hanya patroli, kita menelusuri perairan dan jalur-jalur diperkirakan dilalui mereka (PMI ilegal),” katanya.

Dengan kejadian ini, Ramadhanto mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di Malaysia untuk memenuhi persyaratan atau sesuai prosedur. Sebab, pengiriman ilegal sangat membahayakan nyawa.

“Pastinya sangat berbahaya. Apalagi sekarang musim hujan, gelombang tinggi,” tutupnya.

Sebelumnya, kapal speedboat yang mengangkut 30 PMI ilegal mengalami kecelakaan akibat menabrak kayu di Perairan Pulau Putri Nongsa. Dalam kejadian ini, 23 orang berhasil diselamatkan dan dievakuasi, dan 7 lainnya dinyatakan hilang.

PMI ilegal ini seluruhnya berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk berangkat bekerja ke Malaysia, mereka diminta uang mencapai Rp 10 juta.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update