Selasa, 27 September 2022

Edarkan Rokok Tanpa Cukai, Pengusaha di Batam Dituntut 2 Tahun Penjara

Baca Juga

Rokok Ilegal
Ilustrasi

batampos – Yaman, seorang pengusaha di Kota Batam dituntut dengan 2 tahun penjara karena mengendarkan rokok tanpa cukai. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar, yang apabila tak dibayar diganti kurungan 3 bulan.

Tuntutan terhadap Yaman dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Simatupang dalam sidang yang berlangsung virtual dari Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Dalam amar tuntutan dijelaskan Yaman terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar pasal 54 dan atau Pasal 56 UU RI nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

Akibat perbuatan terdakwa, lanjut Dedi, potensi kerugian negara berupa pungutan cukai yang tidak tertagih sebesar Rp 1,448 miliar.
Karena dinilai terbukti, maka perbuataan Yaman tak ada alasaan pembenar dan pemaaf.

“Terdakwa harus dihukum sesuai dengan perbuataannya karena telah merugikan negara,” ujar Dedi.

Namun sebelum menuntut, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, yakni hal memberatkan bertentangan dengan program pemerintah untuk menambah atau memperoleh pendapatan dari sektor cukai serta perbuatan terdakwa berpotensi merugikan negara. Sementara hal meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

“Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Yaman bin Suang Hiang dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tegas Dedi.

Tak hanya hukuman pidana, jaksa juga mewajibkan Yaman membayar denda Rp 1 miliar, yang apabila tak dibayar diganti dengan kurungan 3 bulan.

Atas tuntutan, terdakwa Yaman meminta keringanan hukuman dengan alasan masih memiliki tanggungan keluarga, mengaku dan menyesali perbuatannya.

“Untuk pembacaan putusan, sidang kita tunda selama satu minggu. Dalam masa itu, majelis akan bermusyawarah terlebih dahulu,” kata hakim Dwi Nuramanu, ketua majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara itu, usai mendengar pembacaan surat tuntutan dan pledoi dari terdakwa.

Dalam dakwaan, Yaman ditangkap aparat kepolisian saat menggelar operasi pasar terkait maraknya peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai di wilayah Sekupang, Kota Batam.

Selain menangkap terdakwa, kata Dedi, dalam operasi itu Polisi juga berhasil mengamankan 3,84 juta batang rokok ilegal baik itu SPM (Sigaret Putih Mesin) maupun SKM (Sigaret Kretek Mesin) berbagai merk. Barang bukti yang diamankan dari terdakwa Yaman berupa 64 karton berisi rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai.

Diketahui bahwa terdakwa Yaman banyak meraup keuntungan dari bisnis jual beli rokok secara ilegal. Akibat perbuatan terdakwa, lanjut Dedi, potensi kerugian negara berupa pungutan cukai yang tidak tertagih sebesar Rp 1,448 miliar. (*)

 

Reporter : Yashinta

Update