Selasa, 27 September 2022

Ini Motif Pelajar SMK di Batam Buang Bayinya di Semak-semak

Baca Juga

Pengungkapan Kasus Pembuangan Bayi 2 F Cecep Mulyana scaled e1663771115849
Kapolsek Bengkong Iptu Mardalis bersama Kasi Humas Polsek Bengkong, Kasi Humas Polresta Barelang dan Kanit Reskrim Polsek Bengkong mengintrograsi dua tersangka dalam kasus pembuangan bayi saat ekspos di Mapolsek Bengkong, Rabu (21/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Seorang pelajar SMK di Kota Batam membuang bayinya yang baru saja dilahirkannya di semak-semak. Kepada polisi, pelajar berinisial M tersebut mengaku motifnya membuat buah hati tersebut karena malu.

Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis, mengatakan, motif pelaku melakukan penelantaran terhadap bayi yang baru dilahirkan tersebut dikarenakan malu ketahuan dengan keluarga besar dan warga setempat. Karena lanjutnya, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan beberapa orang laki-laki.

“Kondisi bayi saat ini dalam keadaan sehat dan sekarang sudah diasuh oleh Anggota Polsek Bengkong,” ujarnya, saat mengelar konferensi pers, Rabu (21/9/2022).

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Bengkong, apabila ada hal-hal seperti ini terjadi atau jika ada perempuan yang hamil di luar nikah diminta untuk datang ke Polsek Bengkong.

“Kami akan berikan solusi dan jalan yang terbaik. Karena anak tersebut tidak berdosa dan sudah dilindungi oleh Undang-Undang. Jangan sampai melakukan yang melanggar hukum seperti kejadian ini yang bayinya dibuang,” ujarnya.

Atas perbuatannya M dipersangkakan melanggar pasal 77B Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan Atau Pasal 308 K.U.H.Pidana Dengan ancaman Hukuman 5 Tahun 6 Bulan.

Sedangkan pada Pelaku ME kakak kandung pelaku yang membantu untuk membuang bayi juga dipersangkakan pasal yang sama dan Jo Pasal 55 dan 56 K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman 5 Tahun 6 bulan.(*)

Update