Selasa, 27 September 2022

Penipuan Modus Baru, Pengusaha Restoran Seafood di Tanjung Riau Tertipu Jutaan Rupiah

Baca Juga

kapolsek sekupang
Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana. Foto: Istimewa

batampos – Kini banyak penipuan modus baru. Targetnya adalah para pengusaha restoran seafood. Pelaku mencatut nama salah satu pejabat di Kepolisian Sektor.

“Hati-hati. Kami imbau agar para pengusaha ketika mendapat pesanan yang mengatasnamakan pihak kepolisian, segera lakukan cross check,” kata Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Satriawardhana, Rabu (22/9).

Menurut Kompol Yudha, kasus pencatutan nama yang menelan korban pengusaha seafood ini pernah dialami Kanit Reskrimnya, Iptu Ridho. Pengusaha restoran Seafood di Tanjungriau harus mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Kejadian ini bermula beberapa waktu lalu, salah satu pengusaha restoran seafood  menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengatasnamakan Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho. Sang penelepon memesan sejumlah menu makanan senilai Rp 2,9 juta. Setelah sepakat, si penelpon meminta nomor rekening milik si pengusaha.

“Beberapa menit kemudian, si penelpon kemudian menghubungi si pengusaha untuk memberi tahu jika ia sudah mentransfer uang sebesar Rp 3,4 juta dan untuk menyakinkan si pelaku mengirimkan bukti transfer yang ternyata editan,” kata Kompol Yudha menceritakan kronologis penipuan.

Lalu, beberapa menit kemudian, si penelpon kembali menghubungi pengusaha. “Bu, maaf, tadi saya transfer uang kelebihan, tolong dikembalikan,” kata si penelpon ditirukan Kapolsek. Si pengusaha tanpa mengecek terlebih dahulu karena sibuk menyiapkan pesanan, langsung mentransfer balik uang sebesar Rp 500 ribu.

Merasa aksi penipuannya berhasil, lanjut Kapolsek, si penelpon kemudian mengirimkan bukti transfer sebesar Rp 1 juta dan kembali mengaku salah kirim lalu minta ditransfer balik. Si pengusaha pun yang hanya melihat bukti tranferan tanpa mengecek terlebih dahulu pun percaya mentransfer balik ke rekening penipu.

“Maaf bu, tadi saya mau kirim ke kawan tapi terkirim ke rekening ibu. Ini bukti transferannya. Mohon dikirim balik bu,” ujar Kapolsek menirukan ucapan pelaku.

Tak lama setelah itu, si penipu kembali menghubungi si pengusaha dan memberitahu bahwa ia membatalkan pesanannya. Alasannya, ada tugas mendadak sehingga meminta uang yang telah dikirim dikembalikan setengahnya.

“Ya sudah, Bu. Kembalikan saja uangnya setengah, lain kali saja pesan ke ibu,” ujar Kapolsek kembali menirukan kata pelaku.

Beruntung, sebelum si pengusaha mentransfer uang, suami pengusaha sadar jika istrinya sudah ditipu. Saat itu ia segera mengambil ponsel istrinya dan langsung berbicara dengan pelaku. Namun dengan ucapan kasar pelaku marah dan mengaku sebagai perwira polisi.

“Kalau gak percaya silakan datang ke Polsek Sekupang. Saya tunggu,” ungkap pelaku.

Si pengusaha ini tetap menolak untuk mentransfer uang. Penipuan itu pun terbongkar saat korban datang ke Polsek Sekupang dan mengetahui dirinya tertipu Rp 1,5 juta.

Kompol Yudha menghimbau kepada masyarakat terutama yang memiliki usaha restoran di wilayah hukum Sekupang agar berhati-hati. Lakukan cross check dan tidak mudah percaya terhadap segala bentuk pesanan yang mengatasnamakan pihak-pihak tertentu.

“Cek dan cross cek ini penting, jangan mudah percaya, apalagi dalam hal transferan uang dan terpenting jangan mudah percaya karena ini adalah modus penipuan baru,” imbau Kapolsek. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Update