Bentrokan Setokok Tewaskan Dua Orang, Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain

batampos - Satreskrim Polresta Barelang terus mengembangkan penyidikan bentrokan berdarah di Pulau Setokok, Jembatan III Barelang, Kecamatan Bulang, yang menewaskan dua orang. Polisi tidak hanya mendalami keterlibatan para pelaku, tetapi juga menelusuri akar konflik yang bermula dari persoalan lahan.
Hingga Kamis (17/9), polisi telah menetapkan tiga tersangka dari kelompok Lang Laut terkait tewasnya dua korban. Namun, penyidikan belum berhenti pada tiga tersangka tersebut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam bentrokan yang juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, penyidik masih bekerja untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh. Polisi juga menelusuri peran masing-masing pihak, termasuk rangkaian kejadian yang berujung pada bentrokan maut di kawasan Setokok.
“Beri kami waktu. Penyidik masih terus bekerja. Percayakan kepada kami, akan kami kembangkan secara transparan,” ujar Anggoro.
Ia mengatakan pemilik lahan juga belum diperiksa. Pemeriksaan akan dilakukan dalam proses penyidikan yang masih berjalan.
“Pemilik lahan belum diperiksa, nanti akan berproses juga. Karena ini masih berjalan,” kata Anggoro.
Menurutnya, penyidik masih membutuhkan waktu untuk mendalami berbagai aspek dalam perkara tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan pihak perusahaan dengan persoalan lahan yang menjadi akar konflik.
Di sisi lain, kelompok Lang Laut juga melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami sejumlah anggotanya dalam bentrokan tersebut. Laporan itu telah disampaikan ke Polda Kepri dan kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.
Dengan demikian, selain laporan yang ditangani Polresta Barelang terkait tewasnya dua korban, terdapat pula pengaduan dari kelompok Lang Laut.
Anggoro membenarkan adanya laporan tersebut.



