Sabtu, 13 Agustus 2022

Pengusaha Optimis Galangan Kapal di Batam Bangkit Kembali

Baca Juga

IMG 20220803 132458 scaled e1659586417960
Wakil ketua DPC Iperindo Kepri Imam Mustafa (kiri) foto bersama anggota Iperindo. F.Eusebius Sara

batampos – Industri galangan kapal di Batam perlahan mulai bangkit lagi. Pemesanan tugboat dan tongkang mulai meningkat seiring dengan kenaikan harga komoditi nikel dan batubara. Dukungan pemerintah dan perbankan sangat dibutuhkan agar industri galangan kapal kembali berjaya.

Ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Imam Mustafa di lokasi pameran Marine and Offshore expo 2022 yang digelar di Radisson Golf dan Convetion Center, Rabu (3/8).

“Dua tahun terakhir tiarap (industri galangan kapal,red). Selain karena pandemi Covid-19, harga material juga sangat tinggi. Tak bisa bergerak kami (pengusaha halangan kapal). Tahun ini mulai membaik karena ada peningkatan pesanan tugboat dan tongkang untuk angkut material Nikel dan Batubara,” ujarnya kepada Batam Pos.

Mustafa yang membawa aspirasi 50-an anggota Iperindo Kepri berharap agar situasi terus membaik kedepannya. Selain harga material yang kembali stabil ke harga awal, dukungan dari pemerintah dalam hal mempermudah perizinan dan regulasi juga masih sangat dibutuhkan.

Persoalan labuh tambat yang selama ini berpolemik dengan double pay diharapkan tidak ada lagi. Begitu juga dengan kebijakan finansial dari perbankan ataupun jasa keuangan lain diharapkan berpihak kepada pengusaha agar industri galangan kapal yang jadi andalan di Batam bisa kembali berjaya.

“Untuk pemerintah sudah mulai bagus karena beberapa keluhan pengusaha sudah diakomodir. Sudah ada solusinya termasuk persoalan labuh tambat dan tunda pandu tadi. Untuk perbankan kita harapan ada kebijakan bunga ringan dan pengembalian diberi jangka waktu yang panjang. Itu poin dari harapan semua anggota Iperindo,” tutur Mustafa.

Sementara untuk kesiapan perusahaan galangan kapal di Batam diakui Mustafa sudah sangat siap. Artinya sumber daya manusia untuk menghasilkan sebuah kapal sudah cukup mumpuni. Kapal apapun bisa dikerjakan oleh pekerja lokal sebagai karya anak bangsa.

Untuk itu dia berharap pemerintah juga peran aktif untuk selalu mempercayakan perusahaan galangan kapal lokal khususnya di Batam untuk mengerjakan kapal-kapal pemerintah sesuai yang dibutuhkan.

“Terus terang selama dua tahun terakhir pesanan kapal pemerintah menurun drastis. Kita berharap kedepannya kembali meningkat untuk terus menopang industri galangan kapal di Batam dan Kepri pada umumnya,” harap Mustafa.

Senada disampaikan oleh General Manajer PT Fajar Marindo Raya Dahlan Candra yang juga anggota Iperindo, agar pemerintah mendukung penuh melalui kemudahan kebijakan dengan industri galangan kapal agar industri galangan kapal kembali bangkit kedepannya.

“Harapannya itu tadi. Kita semua saling bahu membahu menghidupkan industri galangan. Sesama pengusaha saling membantu dan pemerintah juga demikian melalui kemudahan kebijakan untuk dokumen ataupun perizinan di galangan kapal,” ujar Dahlan. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Update