Minggu, 14 Agustus 2022

Viral Info Pembongkaran Makam di TPU Seitemiang, Ini Penjelasan Pengelola

Baca Juga

Tempat Pemakaman Umum Seitemiang Dalil Harahap20202
Ilustrasi. Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Viral di media sosial yang menginformasikan pembongkaran makam di TPU Seitemiang, Batam. Yayasan Khairul Umma Madani, pengelola pemakaman umum untuk umat Muslim di TPU Seitemiang pun memastikan tidak ada makam yang dibongkar sampai saat ini.

Informasi pembongkaran makam seperti yang viral di media sosial dipastikan tidak benar. Sekretaris Yayasan Khairul Umma Zailani menuturkan, penertiban makam yang dilakukan selama ini hanya untuk batu nisan.

Batu nisan untuk pemakaman umat Muslim diwajibkan warna hijau agar seragam. Ini sudah kesepakatan bersama sejak tahun 2014 lalu. Nah informasi yang menyebutkan adanya pembongkaran makam ini bisa jadi kesalahpahaman saja dengan upaya pengelola untuk menyeragamkan nisan makam tadi.

“Tidak benar itu pembongkaran makam. Hoax itu. Yang ada kami menyeragamkan nisan makam. Makam diatas tahun 2014 warna hijau. Nah yang selain warna hijau kami angkat dulu nisannya, tunggu ahli waris untuk ganti dengan nisan warna hijau. Itu yang kami lakukan, bukan pembongkaran makam,” tutur Zailani, Jumat (5/8).

Begitu juga dengan informasi rencana pembongkaran makam yang tidak diurus oleh ahli waris, Zailani menegaskan belum ada keputusan yang pasti. Artinya belum ada arahan ataupun kebijakan dari pemerintah untuk membongkar atau menimpah makam yang sudah tua dan tak diurus oleh ahli waris lagi. Dengan demikian Zailani menegaskan bahwa seluruh makan yang ada TPU Seitemiang masih lengkap dan tidak ada yang berubah atau dipindahkan.

“Yang kami lakukan selama ini baru sebatas pendataan atau registrasi ulang. Biar tertib adminitrasi. Banyak makam yang ditinggalkan begitu saja oleh ahli waris sampai puluhan tahun. Itu yang mau ditertibkan data ataupun administrasi ahli warisnya, makanya kita lakukan registrasi,” jelas Zailani.

Untuk proses registrasi sendiri sudah 40-an persen makam yang sebelumnya ditinggalkan ahli waris sudah kembali diurus. Ini bagus agar ahli waris punya tanggungjawab dengan makam keluarga atau kerabatnya di sana.

“Itu saja yang kita lakukan selama ini. Terkait persoalan lahan yang semakin menipis, kita masih menanti alokasi lahan pengganti dari Pemko,” tutur Zailani. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Update