Minggu, 14 Agustus 2022

Pemberlakuan Tarif Baru Parkir Khusus Masih Ditunda

Baca Juga

Parkir 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam masih menunda pemberlakuan tarif parkir khusus. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam masih menunda pemberlakuan tarif parkir khusus dikarenakan masih menunggu surat dari gubernur terkait evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, menjelaskan, pemberlakuan tarif baru ini belum bisa diterapkan, jika surat dari provinsi belum diterima. Sehingga rencana penerapan tarif baru ini terpaksa ditunda untuk saat ini.

“Tinggal itu saja lagi. Kalau nanti surat dari provinsi sudah kami terima, baru dikeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) untuk mendukung aturan baru tersebut,” jelasnya, Jumat (5/8/2022).

Ia menerangkan estimasi penerapan aturan parkir khusus ini diperkirakan paling cepat akhir bulan ini atau September mendatang.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap surat evaluasi dari Kemendagri tersebut segera ditindaklanjuti oleh provinsi.

“Kalau maunya kami cepat saja. Namun karena itu dari provinsi, kami hanya bisa menunggu. Kendati demikian kami tetap minta kepada bagian hukum untuk terus berkomunikasi dengan pihak provinsi terkait surat tersebut,” jelasnya.

Azman menambahkan upaya peningkatan pendapatan asli daerah masih terus dioptimalkan sampai saat ini.

Sekarang tengah berlangsung diskon dan penghapusan denda, Bungan untuk wajib pajak yang menunggak.

Program relaksasi ini baru berjalan empat hari, sehingga belum bisa ditarik data berapa besar antusias dan wajib pajak yang memanfaatkan program ini.

Ia berharap dalam waktu yang cukup singkat ini, wajib pajak bisa membayarkan kewajiban mereka.

“Data nanti akan kam rilis. Ini baru Minggu pertama, dan proses pembayaran masih berlangsung. Tentu kami berharap hasilnya sesuai target, bahkan kalau bisa lebih, karena melihat perkembangan ekonomi saat ini,” bebernya.

Ia menargetkan Rp 60 miliar bisa didapatkan dari program diskon pajak tersebut. Ia mengakui berdasarkan data saat ini jumlah piutang masih cukup tinggi nilainya.

Selama beberapa tahun terakhir ini, pihaknya melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak.

“Kurang lebih nilai yang harus ditagih atau piutang kalau tidak salah Rp 200 miliar. Kami berharap dengan program ini, wajib pajak bisa menunaikan kewajiban mereka,” harapnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Update