Minggu, 14 Agustus 2022

SMKN 1 Batam Terapkan Transaksi Non Tunai 

Baca Juga

SMKN 1 Batam Tapcash
Kepala SMKN 1 Batam, Lea Lindrawijaya, mempperlihatkan kartu TapCash yang digunakan siswanya untuk berbelanja di kantin sekolah. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Batam mulai menerapkan sistem transaksi non tunai di kantin sekolah. Siswa yang berbelanja atau jajan di kantin sekolah menggunakan kartu TapCash yang dikeluarkan BNI.

Kepala SMKN 1 Batam, Lea Lindrawijaya, menuturkan, gerakan transaksi non tunai di lingkungan ini sudah resmi diberlakukan sejak, Kamis (4/8/2022) kemarin melalui seremonial peresmian transaksi non tunai di kantin sekolah.

“Gerakan transaksi non tunai ini merupakan wujud nyata dari program manajemen digital yang sudah lama diluncurkan pemerintah,: ujarnya.

Sebagai sekolah penggerak, kata dia, SMKN I Batam harus memulai dan melibatkan para siswa melalui transaksi TapCash di kantin sekolah.

“Kita dukung penuh dengan berbagai program pemerintah termasuk transaksi non tunai ini,” katanya.

TapCash kata dia, mengajarkan siswa untuk program transaksi non tunai dan agar lebih terbiasa.

“Transaksi non tunai ini akan trend kedepannya dan kita tak ingin anak-anak kita ketinggalan,” paparnya.

Dukungan pihak sekolah dengan program transaksi tunai ini juga untuk alasan keamanan dan kenyamanan siswa.

Siswa tak perlu membawa uang tunai yang bisa saja menimbulkan masalah seperti aksi pencurian, hilang dan lain sebagainya.

“Ada banyak keunggulan dengan transaksi non tunai ini, makanya kita dorong anak-anak untuk terbiasa,” kata Lea.

Sama seperti kartu transaksi non tunai lainya, TapCash ini kata dia, mudah untuk top up atau isi ulang saldo. Kartu TapCash ini juga bisa untuk tol, bayar parkir, berbelanja di berbagai merchant yang bekerjasama dengan BNI dan lain sebagainya.

Selain transaksi non tunai untuk siswa, SMKN I Batam juga saat ini telah rampung menyiapkan aplikasi pelaporan keuangan digital.

Aplikasi ini digunakan oleh para guru dan pegawai di sekolah untuk menginput SPP siswa. Selain mempermudah, aplikasi ini juga untuk transparansi pengelolaan keuangan sekolah.

“Agar lebih tranparansi dan good governence,” kata Lea.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Update