Selasa, 27 September 2022

Dampak Penambahan Kelas, Ada Siswa SD di Batam Belajar di Lantai

Baca Juga

SD 04 Lubukbaja e1663841199778
SDN 004 Lubukbaja. (ist)

batampos – Dampak penambahan rombongan belajar (rombel) yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, menyebabkan sejumlah siswa belajar tanpa meja dan kursi di SDN 004 Lubukbaja.

Sedikitnya dua kelas terpaksa belajar melantai, karena sarana dan prasarana belajar yang belum ada. Menurut informasi yang disampaikan pihak sekolah, saat ini kursi dan meja tengah dalam pengerjaan akhir, dan pekan ini akan tiba di sekolah.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan yang meninjau sekolah menuturkan persoalan ketersediaan sarpras ini sudah dalam pengadaan tahun ini. Akibat penambahan rombel, siswa terpaksa belajar tidak didukung kursi dan meja.

“Kondisi ini harus dihadapi. Sebab dari awal kami sudah sampaikan kalau saya tampung sekolah negeri ini terbatas. Namun karena tingginya minat, sekolah terpaksa tetap menampung siswa di luar rencana daya tampung. Akibatnya ya seperti ini. Dan kondisi ini sudah diketahui orangtua,” jelasnya, Kamis (22/9).

Hendri menjelaskan pengadaan kursi dan meja belajar ini tidak bisa dilakukan usai PPDB dilakukan. Hal ini tergantung ketersediaan anggaran dan seperti biasanya dianggarkan di tahun berikutnya.

“Tidak bisa main beli saja. Karena ini kan aset daerah. Jadi tercatat dan ada prosedurnya. Makanya kami anggarkan tahun ini, sebab siswa ini merupakan tahun 2021 lalu. Kami utamakan yang prioritas, termasuk kenyamanan siswa di sekolah,” ujarnya.

Pihaknya sudah menganggarkan 88 set (meja dan kursi), dan sudah didistribusikan ke sekolah mulai sore ini. Pendistribusian masih akan dilanjutkan Jumat (22/9). Hendri menambahkan awalnya PPDB hanya dibuka dua rombel, namun karena tingginya minat ke sekolah tersebut, ditambah menjadi tiga rombel.

“Kekurangan satu rombel sebenarnya untuk sarpras, namun setelah dicek kelayakan kursi dan meja yang sudah rusak diganti sekaligus. Jadinya 88 set untuk dua kelas,” imbuhnya.

Kepala SDN 004 Lubukbaja, Raudah mengatakan sejak sekolah kembali normal kebutuhan sarpras tidak mencukupi. Karena itu sebagian siswa belajar melantai. Sebelumnya siswa belajar online dan tatap muka, disebabkan masih dampak Covid-19.

“Karena sekarang sudah tatap muka semua, kebutuhan meja kursi kekurangan. Kami sudah ajukan dari tahun lalu. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur datang. Besok (Jumat, red) rencananya akan didistribusikan semua. Jadi pekan depan semua sudah belajar pakai meja dan kursi,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Update