Jumat, 27 Januari 2023

Perusahaan Galangan Kapal di Batam Masih Krisis Tenaga Las

Industri Galangan Dalil Harahap5
Ilustrasi: Industri galangan kapal di Batam

batampos – Perusahaan galangan kapal di Batam masih kesulitan mendapatkan tukang las atau welder yang sesuai. Tukang las yang selama ini dipakai telah berhenti bekerja atau pindah daerah dan bahkan bekerja ke negara lain saat Covid-19 mengganas tahun 2021 dan 2022 lalu. Ini jadi persoalan serius sebab orderan pembuatan kapal sudah kembali ramai.

Sejumlah perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji mengakui itu. Permintaan lapangan pekerjaan memang terlihat banyak di Kota Batam namun sangat sulit bagi galangan kapal untuk mendapatkan tukang las yang sesuai. Ini masih berlangsung hingga saat ini.

“Iya memang susah nyari welder yang sesuai karena sudah banyak yang keluar. Ada yang balik kampung karena Covid-19, ada yang pindah kerja ke luar negeri atau luar daerah,” ujar seorang HRD perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang yang tak mau namanya disebut.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Pembelian BBM Jenis Solar Subsidi Pakai Fuel Card 3.0

Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri sebelumnya juga mengeluhkan persoalan yang sama. Krisis tenaga welder galangan kapal terjadi sejak pertengahan tahun 2022 lalu. Iperindo yang memiliki 30-an anggota perusahaan galangan kapal sendiri membutuhkan sekitar 5.000 tenaga welding yang sesuai. Ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Iperindo Kepri Ali Ulai.

“Galangan kapal Batam kekurangan tenaga welding. Tukang las mungkin sudah banyak yang pindah ke luar Batam atau pulang kampung saat Covid-19 beberapa waktu lalu. Kami kewalahan sekarang cari tukang las yang sesuai,” ujar Ali Ulai.

Job fair Batam yang digelar oleh Pemko Batam beberapa waktu lalu di Sagulung belum mengatasi masalah kekurangan tenaga tukang las tersebut. Ribuan pencaker yang berjubel di sana umumnya ke bagian operator di perusahaan elektronik dan lainnya.

“Tukang las tak ada sama sekali. Banyak anggota kami yang buka stand (di lokasi job fair) tapi banyak yang tak dapat (tenaga kerja welding),” ujar Ali Ulai.

Baca Juga: Chinatown Imlek Festival di Nagoya, Ada Bazar dan Hiburan Kejutan

Padahal kata Ali, perusahaan galangan kapal yang masuk dalam anggota Iperindo banyak menerima job pembuatan kapal dari perusahaan kelapa sawit, nikel dan Batubara namun, job ini agak tersendat karena kekurangan tenaga tukang las tadi.

“Welder, fitter dan helper itu mulai kurang sekali di Galangan Kapal. Padahal itu yang paling dibutuhkan. Sampai tahun 2023 untuk job pengerjaan kapal masih aman untuk Batam ini,” kata Ali. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Baca Juga

38 Titik PJU dari Simpang Taiwan Menuju Punggur Padam, Ini Penyebabnya

batampos – Sebanyak 38 titik penerangan jalan umum (PJU)...

KPU Batam Lantik 192 Panitia Pemungutan Suara

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam melaksanakan...

Benahi Kawasan Kumuh di Penyengat, Pemprov Buat Septic Tank Komunal dengan Anggaran Rp1 M

batampos– Pemprov Kepri terus berupaya untuk membenahi kawasan kumuh...

Polsek KKP Kawal Keberangkatan 6 PMI ke Malaysia

batampos – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam mengawal dan...

UPDATE

Expo di Mega Mall Hadirkan 50 Pengusaha Malaysia, Rudi: Ekonomi Melejit, Pariwisata Bangkit

batampos – Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP)...

38 Titik PJU dari Simpang Taiwan Menuju Punggur Padam, Ini Penyebabnya

batampos – Sebanyak 38 titik penerangan jalan umum (PJU)...

KPU Batam Lantik 192 Panitia Pemungutan Suara

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam melaksanakan...

Benahi Kawasan Kumuh di Penyengat, Pemprov Buat Septic Tank Komunal dengan Anggaran Rp1 M

batampos– Pemprov Kepri terus berupaya untuk membenahi kawasan kumuh...

Polsek KKP Kawal Keberangkatan 6 PMI ke Malaysia

batampos – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam mengawal dan...