Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Permasalahan Sampah di Batam Dipicu Kerusakan 27 Truk dan 20 Arm Roll  

Arjuna • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:00 WIB

 

Ilustrasi: Truk sampah mengangkut sampah di TPS di Sagulung.
Ilustrasi: Truk sampah mengangkut sampah di TPS di Sagulung.

batampos- Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempercepat penanganan persoalan sampah yang sempat menumpuk di ratusan titik dalam beberapa bulan terakhir. Melalui pembentukan Tim Task Force Percepatan Penanganan Sampah, pemerintah berupaya mengatasi keterbatasan armada angkut sekaligus memperbaiki alur pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua Tim Task Force, Yusfa Hendri, menjelaskan, persoalan bermula dari keterbatasan peralatan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dari total 151 unit armada yang dimiliki, terdapat 27 dump truck dan 20 arm roll yang rusak.

Kerusakan arm roll menjadi hambatan utama karena jenis kendaraan ini memegang peran penting dalam pemindahan kontainer sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju TPA.

 Baca Juga: PPID Kanwil Kemenag Kepri Sabet Penghargaan Informatif Dalam Pengelolaan Keterbukaan Informasi

“Kondisi ini menyebabkan keterlambatan di 397 titik. Penanganan di TPA juga terpengaruh, terutama di area pembuangan yang sempat terganggu,” katanya, Kamis (4/12).

 Untuk mengatasi kekurangan armada, Pemko Batam memanfaatkan pos belanja tak terduga atau BTT. Anggaran ini dipergunakan untuk menyewa sejumlah kendaraan dan alat berat yang langsung diperbantukan ke lapangan.

 Berdasarkan data Tim Task Force, penyewaan melalui BTT mencakup: 26 unit dump truck untuk back up DLH, 50 unit dump truck untuk pengangkutan TPS-TPA, 26 unit dump truck untuk patroli dan penanganan TPS liar, dan 11 unit alat berat, termasuk ekskavator.

 Dengan tambahan armada ini, pengangkutan sampah yang sebelumnya tertunda dapat dipercepat. “Sejak penyewaan dimulai 24 November, hampir semua TPS liar dan TPS sementara sudah tertangani. Tumpukan yang sebelumnya terlihat di banyak titik kini sudah bersih,” tambah Yusfa.

 Peningkatan armada berbanding lurus dengan kenaikan volume sampah yang berhasil masuk ke TPA. Rata-rata sampah yang terangkut sebelumnya berkisar 900 ton per hari. Selama masa Task Force, angka itu meningkat menjadi 1.100 hingga 1.200 ton per hari.

 “Penambahan sekitar 300 ton per hari ini menunjukkan bahwa pengangkutan yang sebelumnya tertahan kini mulai terselesaikan,” ujar dia.

 Kendati demikian, TPA kembali menghadapi kendala operasional. Zona A, yang sempat dibuka kembali untuk menambah kapasitas pembuangan, terpaksa ditutup sementara sejak 3 Desember akibat hujan yang mengganggu aktivitas alat berat. Penutupan ini menimbulkan antrean truk sampah di pintu masuk TPA.

 Baca Juga: Ketersedian Cabai dan Telur Jelang Nataru masih Belum Stabil  

“Kita berharap perbaikan dapat selesai akhir pekan ini atau paling lambat awal pekan depan, sehingga alur pembuangan bisa kembali normal,” ujarnya.

 Pembentukan Task Force juga melibatkan seluruh OPD. Setiap OPD diberi tanggung jawab di sembilan kecamatan di pulau utama Batam. Tugas mereka mencakup percepatan pengangkutan sampah, pembersihan TPS liar, mobilisasi alat berat, serta peningkatan respons cepat di titik-titik rawan penumpukan.

 Selain itu, dump truck roda 10 dioperasikan untuk patroli keliling menyisir sampah liar. Di TPA, ekskavator diperbantukan untuk mempercepat penataan sampah sehingga tidak dikerjakan secara manual.

 Yusfa menyampaikan, operasi Task Force bersifat sementara. Pemerintah memperkirakan percepatan ini berlangsung sampai akhir Desember. Mulai Januari, pengelolaan sampah akan kembali berjalan normal melalui DLH dengan dukungan anggaran dan armada baru.

 “Tahun ini ada tambahan kontainer dan arm roll. Bin container bertambah sekitar 90 unit, dan arm roll bertambah sekitar 20 unit. Ini akan memperkuat pengelolaan sampah tahun depan,” kata dia. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#sampah