batampos – Dalam evaluasi satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan pemerintah daerah, yakni layanan air bersih, banjir, dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut masih berproses meski berbagai langkah telah ditempuh. Ia memahami masyarakat menginginkan solusi cepat dan nyata, namun sejumlah kendala teknis dan regulasi membuat penyelesaiannya membutuhkan waktu.
Di sisi lain, 12 program prioritas lainnya disebut berjalan relatif baik sesuai rencana kerja Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
Sorotan utama diarahkan pada sektor air bersih yang dinilai sebagai tantangan paling kompleks. Amsakar menjelaskan salah satu kendala berasal dari perjanjian kerja sama BP Batam dengan konsorsium operator air yang dinilai kurang fleksibel dibandingkan skema sebelumnya.
Dalam skema kerja sama tersebut, operator hanya bertindak sebagai pengelola layanan, sementara pekerjaan perbaikan infrastruktur harus melalui anggaran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam yang memerlukan proses tender cukup panjang.
“Kita memahami kebutuhan masyarakat terhadap air bersih sangat mendesak. Namun ada proses yang harus dilalui agar perbaikan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah dan BP Batam terus menyiapkan berbagai langkah percepatan, termasuk evaluasi sistem pengelolaan air, perbaikan jaringan distribusi, serta koordinasi dengan pihak operator.
Amsakar berharap dukungan masyarakat dalam menjaga fasilitas air bersih dan lingkungan, sehingga berbagai program perbaikan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
Editor : Jamil Qasim