Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

AHY Hadiri Perayaan Imlek PSMTI di Batam, Amsakar Paparkan Capaian Ekonomi dan PR Air Bersih

Muhammad Syahban • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:15 WIB

Menko AHY hadiri perayaan Imlek di Batam. f Istimewa
Menko AHY hadiri perayaan Imlek di Batam. f Istimewa

batampos – Lampion merah menghiasi kawasan Nagoya, Lubuk Baja, Senin (16/2) malam. Tabuhan barongsai berpadu dengan seni Melayu menciptakan suasana hangat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili/2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.

Di hadapan undangan, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum refleksi.

“Kita harapkan pergantian tahun ini sebagai ajang kontemplasi, melihat apa yang telah kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju,” ujarnya.

Menurut Amsakar, esensi tahun baru mencakup tiga hal penting: mengevaluasi capaian sebelumnya, merancang langkah ke depan, dan menetapkan arah masa depan yang lebih jelas. Ia berharap semangat Imlek memperkuat kolaborasi dan sinergi masyarakat Batam.

Batam Harmoni dalam Keberagaman

Amsakar menegaskan Batam sebagai kota dengan tingkat toleransi dan moderasi beragama tinggi. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Harmoni ini fondasi penting bagi daya saing Batam sebagai kawasan strategis nasional,” katanya.

Ekonomi Menguat, Tantangan Masih Ada

Menjelang satu tahun kepemimpinannya, Amsakar memaparkan sejumlah capaian. Pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,6 persen menjadi 6,89 persen. Realisasi investasi melampaui target, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun atau 115,5 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga naik dari 83,3 menjadi 83,8—tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen pada 2025.

Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama persoalan air bersih, banjir, dan pengelolaan sampah.

Untuk banjir dan sampah, penanganan mulai menunjukkan hasil. Sementara masalah air bersih dinilai paling kompleks, dengan 18 wilayah masuk kategori stress area layanan air.

“Anggaran BP Batam baru mampu mengatasi sembilan stress area. Sembilan lagi kita upayakan tahun depan,” jelasnya.

Perayaan Imlek 2557 yang digelar PSMTI malam itu menjadi simbol harmoni lintas etnis dan agama di Batam, sekaligus momentum menyampaikan komitmen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Jamil Qasim