Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BMKG: El Nino Belum Berdampak, Kemarau Mulai Terbentuk di Kepri

Muhammad Syahban • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:00 WIB

Ilustrasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) . (ANTARA )
Ilustrasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) . (ANTARA )

batamposBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan fenomena pemanasan suhu global El Niño belum memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Meski demikian, sinyal perubahan mulai terlihat. Fase El Nino lemah diperkirakan muncul pada semester II 2026.

Forecaster Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Debora, mengatakan hingga dasarian II Maret 2026, kondisi El Niño–Southern Oscillation masih berada pada fase netral.

Baca Juga: Pencurian Helm Terekam CCTV di Seipanas, Pelaku Embat 4 Helm dalam Satu Menit ‎

“Namun diprediksi akan masuk dalam kategori El Nino lemah mulai semester II tahun ini,” ujarnya, Selasa (24/3).

Secara umum, El Nino identik dengan penurunan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Sementara itu, dampaknya di wilayah barat seperti Kepri cenderung tidak terlalu signifikan.

“Pengaruh El Nino tidak cukup signifikan untuk wilayah Indonesia bagian barat termasuk Kepri,” jelas Debora.

Saat ini, kondisi atmosfer di Kepri belum mendukung pembentukan awan hujan secara optimal. Cuaca cenderung cerah hingga berawan, dengan peluang hujan relatif kecil.

Meski demikian, BMKG tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus memperbarui informasi cuaca dan menyampaikannya kepada instansi terkait sebagai langkah antisipasi dini.

Di sisi lain, peta awal musim kemarau mulai terbentuk di wilayah Kepri. BMKG memprediksi musim kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan bergeser bertahap mulai akhir Mei hingga pertengahan Juli.

Wilayah Natuna diperkirakan menjadi yang pertama memasuki musim kemarau pada akhir Mei, disusul Jemaja pada awal Juni.

Sementara itu, Batam bagian timur diprediksi memasuki kemarau pada akhir Juni, bersamaan dengan wilayah Siantan dan Matak. Adapun Tambelan dan Natuna bagian tenggara diperkirakan menjadi wilayah terakhir yang memasuki musim kemarau, yakni pada pertengahan Juli.

Sebaliknya, sejumlah wilayah seperti Batam bagian barat, Rempang, Karimun, dan Kundur bahkan disebut telah lebih dulu mengalami kondisi kemarau.

Namun, tidak semua wilayah memiliki batas musim yang tegas. Daerah seperti Bintan, Tanjungpinang, Lingga, hingga Singkep masih berpotensi mengalami hujan meski telah memasuki periode kemarau.

BMKG mengingatkan bahwa peralihan musim di Kepri berlangsung dinamis. Hujan lokal masih berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga sore hari. Masyarakat pun diimbau mulai bersiap menghadapi potensi berkurangnya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan. (*)

Editor : Jamil Qasim