Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PBB: Keselamatan Aktivis Flotilla Harus Dijamin, Bantuan Gaza Tak Boleh Terhambat

A
Penulis: Antara❯
Ilustrasi. Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri)
Ilustrasi. Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri)

Advertisement

batampos - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib dan keselamatan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) setelah seluruh kapal dalam konvoi bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel.

“Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi dan dipastikan tetap aman,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, dalam konferensi pers.

Ia juga menegaskan bahwa hukum internasional di laut lepas harus dihormati dan dipatuhi.

Advertisement

Ketika ditanya apakah Sekretaris Jenderal PBB António Guterres akan menyatakan penahanan para aktivis flotilla tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, Dujarric mengatakan pihaknya masih perlu meninjau situasi lebih lanjut.

“Namun, tindakan tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional,” ujarnya.

Dujarric juga kembali menyerukan agar pihak Israel tidak membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Advertisement

“Cara terbaik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah melalui jalur resmi. Agar bantuan dapat masuk lebih banyak, berbagai hambatan dan pembatasan harus dihapuskan,” katanya.

Ia turut menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza, termasuk kelangkaan suku cadang untuk generator listrik dan stasiun pompa, penumpukan sampah padat, serta minimnya material untuk rekonstruksi tempat tinggal berskala besar di wilayah yang masih terkepung tersebut. (*)

Advertisement
Editor : Jamil Qasim

Artikel Terkait

Tragedi Gaza, 60 Ribu Anak Kehilangan Ayah atau Ibu akibat Perang

Tragedi Gaza, 60 Ribu Anak Kehilangan Ayah atau Ibu akibat Perang

UNICEF memperkirakan 60 ribu anak di Gaza kehilangan satu atau kedua orang tua akibat perang. Ratusan ribu anak masih mengungsi.

FAO: 1,2 Juta Warga Gaza dan Tepi Barat Terancam Krisis Pangan

FAO: 1,2 Juta Warga Gaza dan Tepi Barat Terancam Krisis Pangan

AO melaporkan lebih dari 1,2 juta warga Gaza dan Tepi Barat mengalami kerawanan pangan akut. Organisasi ini meminta dana Rp2,52 triliun untu

Korban Tewas di Gaza Sejak Oktober 2023 Capai 74.250 Orang

Korban Tewas di Gaza Sejak Oktober 2023 Capai 74.250 Orang

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lima warga Palestina tewas dan 11 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer