Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentagon Cap Alibaba, Baidu, dan BYD sebagai Pendukung Militer Tiongkok

j
Penulis: jpg❯
BYD memamerkan N9 di bawah merek premium Denza dalam acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok (Reuters)
BYD memamerkan N9 di bawah merek premium Denza dalam acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok (Reuters)

Advertisement

batampos - Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat memasukkan sejumlah perusahaan teknologi besar asal Tiongkok ke dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer Beijing.

Perusahaan yang masuk dalam daftar terbaru tersebut antara lain Alibaba Group, Baidu, BYD, Unitree Robotics, CXMT, YMTC, RoboSense, dan WuXi AppTec.

Langkah Pentagon ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap teknologi yang memiliki potensi penggunaan ganda, baik untuk kepentingan sipil maupun militer.

Fokus pada Teknologi Strategis

Daftar terbaru Pentagon menggantikan versi sebelumnya yang diterbitkan pada awal 2025. Salah satu perubahan penting adalah dimasukkannya dua produsen cip memori utama Tiongkok, yakni CXMT dan YMTC, yang sebelumnya sempat dikeluarkan dari daftar.

Advertisement

Selain sektor semikonduktor, perhatian AS kini juga meluas ke industri teknologi masa depan seperti robotika dan kecerdasan buatan. Unitree, yang dikenal sebagai pengembang robot humanoid dan robot berkaki empat, menjadi salah satu perusahaan yang turut masuk dalam daftar tersebut.

Menariknya, pencantuman Unitree terjadi hanya beberapa hari setelah NVIDIA mengumumkan rencana kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk pengembangan robot bagi kalangan peneliti.

Tiongkok Protes

Pemerintah Tiongkok menolak langkah Washington tersebut. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menilai kebijakan itu bersifat diskriminatif dan secara khusus menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Dalam pernyataannya, Beijing meminta Amerika Serikat menghentikan praktik yang dianggap merugikan perusahaan Tiongkok dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil.

Sementara itu, WuXi AppTec menyebut pencantumannya dalam daftar Pentagon sebagai "kesalahan yang jelas" dan menyatakan akan mengambil langkah untuk memperbaiki status tersebut.

Bukan Sanksi, Tetapi Berdampak Besar

Meski bukan merupakan sanksi ekonomi langsung, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perusahaan yang masuk daftar.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer