Rencana PHK 140.000 Karyawan Volkswagen Picu Kemarahan Serikat Pekerja

batampos - Gelombang efisiensi yang dilakukan Volkswagen berpotensi memicu salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif Eropa.
Produsen mobil asal Jerman itu dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah - langkah penghematan yang dapat berdampak pada hingga 140.000 pekerja.
Dewan pekerja Volkswagen mengumumkan akan menggelar serangkaian rapat luar biasa pada Agustus 2026.
Pertemuan memberi kesempatan kepada ribuan karyawan untuk mempertanyakan langsung kebijakan efisiensi yang diambil CEO Volkswagen, Oliver Blume, termasuk rencana pemangkasan tenaga kerja dan kemungkinan penutupan sejumlah pabrik di Jerman.
Volkswagen sebelumnya telah menyepakati pengurangan sekitar 50.000 posisi. Namun, manajemen juga mempertimbangkan tambahan 50.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) demi meningkatkan daya saing dan menekan biaya operasional.
Baca Juga: Dubes China Optimistis Hubungan Indonesia–China Kian Kuat di Bawah Prabowo dan Xi Jinping
Ancaman diperparah dengan kemungkinan penutupan empat fasilitas produksi Volkswagen di Jerman setelah 2030.
Jika skenario itu terealisasi, sekitar 40.000 pekerja lainnya turut berisiko kehilangan pekerjaan. Jumlah pekerjaan yang terancam mencapai sekitar 140.000 posisi.
Juru bicara Volkswagen menegaskan belum ada keputusan final mengenai penutupan pabrik maupun jumlah pasti PHK karena pembahasan masih berlangsung.
Rencana efisiensi muncul di tengah tekanan besar yang dihadapi produsen mobil terbesar di Eropa.
Volkswagen harus menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, penurunan penjualan di sejumlah pasar utama, serta meningkatnya biaya operasional.



