Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korsel Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Ada Apa?

j
Penulis: jpg❯
Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln milik AS tampak mulai berkarat usai bertugas, termasuk dari kawasan Hormuz. Foto: USA Today
Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln milik AS tampak mulai berkarat usai bertugas, termasuk dari kawasan Hormuz. Foto: USA Today

Advertisement

batampos – Militer Korea Selatan mulai melakukan persiapan konkret untuk kemungkinan mengerahkan personel angkatan laut ke Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.

Langkah tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus meningkatnya tekanan dari Washington agar negara-negara sekutu mengambil peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan mengatakan persiapan operasional telah dimulai, termasuk penyusunan kebutuhan personel dan peralatan militer.

Advertisement

"Kami sedang membuat persiapan konkret untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz," kata pejabat tersebut kepada SBS Australia, dikutip Kamis.

Dalam skenario pengerahan, Korea Selatan disebut akan mengirim pesawat patroli maritim P-8, satuan penjinak bahan peledak (EOD), serta kapal pendukung logistik guna mendukung operasi di kawasan.

Sebelumnya, Seoul menyatakan pengerahan pasukan baru akan dipertimbangkan setelah konflik bersenjata antara AS dan Iran berakhir. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah mulai menyiapkan berbagai aspek operasional sebagai langkah antisipatif.

Advertisement

Seorang pejabat senior militer Korea Selatan juga mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai penggunaan pangkalan laut dan pangkalan operasional telah dilakukan bersama sejumlah negara mitra.

Meski demikian, pengerahan militer belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah Korea Selatan masih harus memperoleh persetujuan Dewan Keamanan Nasional, keputusan kabinet, serta restu dari Majelis Nasional sebelum pasukan dapat diberangkatkan.

Tekanan dari Donald Trump

Rencana tersebut mencuat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengkritik Korea Selatan karena dinilai belum berkontribusi secara signifikan dalam operasi menghadapi Iran.

Tekanan Washington juga meningkat setelah AS mengurangi sebagian partisipasinya dalam latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Korea Selatan Perketat Pengecualian Wamil Atlet dan Seniman

Korea Selatan Perketat Pengecualian Wamil Atlet dan Seniman

orea Selatan berencana memperketat hingga menghapus program pengecualian wamil bagi atlet dan seniman, menyusul kritik publik.

357 Pekerja Migran Indonesia Diberangkatkan ke Korea Selatan dan Jerman

357 Pekerja Migran Indonesia Diberangkatkan ke Korea Selatan dan Jerman

Menteri P2MI Mukhtarudin melepas 357 PMI ke Korea Selatan dan Jerman melalui program G to G untuk bekerja dan meningkatkan kompetensi.

Kabar Gembira, Korea Selatan Buka Peluang Kerja Care Worker bagi Warga Indonesia

Kabar Gembira, Korea Selatan Buka Peluang Kerja Care Worker bagi Warga Indonesia

Korea Selatan menyosialisasikan peluang pendidikan dan kerja care worker bagi warga Indonesia. Sebanyak 21 kampus telah ditunjuk hingga 202

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer