Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, WMO Beri Peringatan

j
Penulis: jpg❯
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9) lalu. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9) lalu. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym

Advertisement

batampos - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El Nino yang saat ini telah berkembang menjadi kuat akan semakin intensif dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko cuaca ekstrem, seperti banjir, kekeringan, dan gelombang panas di berbagai belahan dunia.

Dalam pembaruan yang dirilis Kamis (3/9/2026), WMO menyebut peluang El Nino bertahan hingga Februari 2027 mencapai hampir 100 persen.

Fenomena ini dipicu oleh suhu permukaan laut yang jauh lebih hangat dari normal di wilayah Pasifik tropis. WMO memperkirakan El Nino akan mencapai intensitas sangat kuat dan memuncak menjelang akhir 2026, sementara dampaknya diperkirakan masih berlanjut hingga 2027.

Advertisement

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, mengatakan berbagai negara perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang semakin menguat.

“Kekeringan dan banjir telah menyebabkan gangguan serta kerusakan di berbagai wilayah. El Nino yang luar biasa ini menuntut persiapan dan respons yang luar biasa,” ujar Saulo.

Menurutnya, WMO bersama layanan meteorologi dan hidrologi nasional di berbagai negara terus memperkuat sistem pemantauan, peringatan dini, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Advertisement

Suhu Laut Pasifik Terus Meningkat

WMO mencatat suhu permukaan laut di kawasan Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur—wilayah utama pemantauan El Nino—terus berada jauh di atas rata-rata.

Indeks Nino 3.4, yang digunakan untuk mengukur anomali suhu permukaan laut di kawasan tersebut, rata-rata mencapai 1,5 derajat Celsius di atas normal pada periode Mei–Juli 2026. Pada Juli 2026, nilainya meningkat menjadi 2 derajat Celsius di atas normal.

Bahkan, pengamatan mingguan antara akhir Juli hingga pertengahan Agustus menunjukkan anomali suhu berkisar 2,2 hingga 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata, menandakan penguatan fenomena El Nino masih terus berlangsung.

Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat

WMO memprakirakan suhu udara selama September hingga November 2026 akan berada di atas normal di sebagian besar wilayah daratan dunia.

Advertisement

Artikel Terkait

MotoGP Australia Batal karena Cuaca Ekstrem, Perebutan Gelar Dunia Kian Panas

MotoGP Australia Batal karena Cuaca Ekstrem, Perebutan Gelar Dunia Kian Panas

Balapan MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island berakhir antiklimaks. MotoGP Australia Batal karena Cuaca Ekstrem.

 Topan Dujuan Terjang Jepang, 2 Orang Tewas

Topan Dujuan Terjang Jepang, 2 Orang Tewas

Topan Dujuan memicu hujan deras dan longsor di Jepang. Dua orang tewas, sejumlah warga hilang, dan ratusan penerbangan dibatalkan.

 Jepang Dilanda Gelombang Panas, Suhu Fukuoka Tembus 40,4 Derajat Celsius

Jepang Dilanda Gelombang Panas, Suhu Fukuoka Tembus 40,4 Derajat Celsius

Suhu di Fukuoka, Jepang, mencapai 40,4 derajat Celsius. JMA mengeluarkan peringatan risiko heatstroke di 37 prefektur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer