Bill Gates Peringatkan AI Bisa Perlebar Kesenjangan, Gates Foundation Siapkan US$1 Miliar

batampos – Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan perusahaan teknologi dan para pemimpin dunia agar kecerdasan buatan (AI) tidak justru memperlebar kesenjangan sosial. Melalui Gates Foundation, Gates menyiapkan dana sedikitnya US$1 miliar selama dua tahun ke depan untuk memperluas akses terhadap AI, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan bahasa yang selama ini kurang terwakili.
Komitmen tersebut diumumkan bersamaan dengan peluncuran laporan tahunan Goalkeepers 2026 yang membahas tantangan pemanfaatan AI untuk mempersempit kesenjangan global. Gates Foundation mengatakan dana itu akan diarahkan untuk membantu membangun dan menerapkan solusi AI yang lebih mudah diakses oleh masyarakat yang selama ini tertinggal dari perkembangan teknologi.
Dalam laporan tersebut, Gates memperingatkan bahwa jika perkembangan AI sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, manfaat teknologi berpotensi lebih cepat dinikmati pihak yang memiliki kemampuan membayar.
“Begitulah ketimpangan berlipat ganda: teknologi yang membuat hidup lebih mudah, meningkatkan produktivitas, dan terkadang bahkan menyelamatkan nyawa, pertama-tama hadir bagi orang-orang yang sudah memiliki segalanya,” tulis Gates dalam laporan Goalkeepers.
Gates juga sebelumnya menggambarkan AI sebagai teknologi yang dapat menjadi “penyetara terbesar” sekaligus berpotensi menjadi “sumber ketidakadilan terburuk”, bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan didistribusikan.
Menurut Gates Foundation, AI juga memiliki risiko disalahgunakan untuk penipuan, disinformasi, pengawasan, serangan siber, hingga penyalahgunaan di bidang biologis. Karena itu, yayasan tidak hanya mendorong pengembangan teknologi, tetapi juga memperluas akses terhadap manfaat AI.
Dana AI untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Pertanian
Dari total komitmen tersebut, sekitar 40 persen atau sekitar US$400 juta dialokasikan untuk pendidikan. Dana itu antara lain mendukung pengembangan tutor berbasis AI dan perangkat yang membantu guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
Sekitar 40 persen lainnya atau US$400 juta akan diarahkan ke sektor kesehatan. Fokusnya mencakup dukungan diagnostik, pengambilan keputusan klinis bagi tenaga kesehatan, kesehatan ibu dan bayi, serta pengembangan obat dan vaksin.


