Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lawan Doomscrolling, Singapura Bayar Warga yang Membaca Buku 15 Menit Sehari

J
Penulis: JawaPos❯
Singapura bayar warga untuk membaca buku demi memerangi doomscrolling (The Guardian)
Singapura bayar warga untuk membaca buku demi memerangi doomscrolling (The Guardian)

batampos - Singapura meluncurkan program yang memberikan insentif kepada warga untuk membaca buku setidaknya 15 menit setiap hari. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling di media sosial.

Advertisement

Dilansir dari The Guardian, Rabu (16/9), program tersebut menggunakan sistem permainan dengan memberikan koin virtual kepada peserta yang menyelesaikan sesi membaca. Koin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan uang tunai.

Warga harus mencatat 50 sesi membaca harian melalui situs web pemerintah untuk memperoleh insentif sebesar USD1 atau sekitar Rp12.000. Setiap peserta hanya dapat mencatat satu sesi membaca dalam sehari.

Pemerintah Singapura berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan berpikir kritis, dan imajinasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Advertisement

Ketua Dewan Perpustakaan Nasional Singapura, Melissa Tam, mengatakan kebiasaan membaca dapat dibangun melalui tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk membaca selama 15 menit di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah Singapura dalam mempertimbangkan berbagai langkah untuk mengurangi dampak negatif media sosial terhadap kaum muda. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembatasan waktu penggunaan media sosial setiap hari.

Pemberian insentif finansial untuk mendorong perubahan perilaku bukan hal baru di Singapura. Pemerintah sebelumnya telah menerapkan program serupa dalam bidang kesehatan.

Advertisement

Program insentif membaca tersebut hadir di tengah kekhawatiran terhadap kebiasaan doomscrolling, yakni aktivitas mengonsumsi konten negatif atau berita secara terus-menerus di media sosial. Sejumlah studi mengaitkan kebiasaan tersebut dengan dampak negatif, khususnya terhadap kaum muda.

Di sisi lain, kemampuan membaca pelajar Singapura tercatat tinggi. Siswa berusia 15 tahun di negara tersebut berada di posisi teratas dalam kemampuan membaca berdasarkan hasil Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2025.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Singapura Bayar Warga yang Rajin Baca Buku 15 Menit Sehari

Singapura Bayar Warga yang Rajin Baca Buku 15 Menit Sehari

Singapura memberi insentif uang tunai kepada warga yang rutin membaca 15 menit sehari untuk melawan kebiasaan doomscrolling.

Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Harus Ikuti Harga Indonesia

Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Harus Ikuti Harga Indonesia

Bahlil Lahadalia menyatakan ekspor listrik bisa dilakukan jika negara pembeli menyepakati harga Indonesia. Kebutuhan dalam negeri tetap prio

Lima Terdakwa Perkara Impor Tiga Mesin Pesawat Bekas Mulai Disidang

Lima Terdakwa Perkara Impor Tiga Mesin Pesawat Bekas Mulai Disidang

Lima terdakwa menjalani persidangan di PN Batam dalam perkara dugaan pemasukan tiga mesin pesawat bekas dari Singapura

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer