Kerusuhan Meluas, Prancis Kerahkan 60 Ribu Personel dan Berlakukan Jam Malam

batampos - Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam terbatas di sejumlah kota setelah demonstrasi yang dipicu persoalan biaya hidup dan tuntutan reformasi pendidikan berujung bentrokan, penjarahan, serta pembakaran bangunan. Sebanyak 2.513 orang dilaporkan telah ditahan dalam rangkaian kerusuhan tersebut, dengan 67 orang di antaranya dipenjara. Angka penahanan itu dilaporkan media Prancis pada 19 Oktober 2026.
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan, penerapan jam malam di sejumlah wilayah membantu meredakan situasi setelah kerusuhan meluas pada akhir pekan. Pembatasan diberlakukan secara terarah di kawasan tertentu, termasuk di Paris, Lyon, Bordeaux, dan Nice, bukan di seluruh wilayah kota. (Reuters, 19 Oktober 2026; Euronews, 20 Oktober 2026).
Dalam pernyataan melalui media sosial X pada Selasa (20/10), Lecornu menyebut kebijakan tersebut berkontribusi terhadap situasi yang lebih tenang pada malam sebelumnya.
“Jam malam yang ditargetkan telah berkontribusi pada ketenangan malam ini,” tulis Lecornu.
Ia juga mengapresiasi petugas kepolisian, gendarmerie atau kepolisian nasional bersenjata Prancis, serta pejabat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Lecornu menegaskan, jam malam tambahan dapat diberlakukan apabila kondisi keamanan di suatu wilayah memerlukannya. Keputusan akan ditentukan oleh prefek atau pejabat pemerintah pusat di daerah, dengan berkoordinasi bersama wali kota setempat.
“Malam ini, jam malam baru akan diputuskan di mana situasi membutuhkannya. Keputusan ini akan dibuat di lapangan, oleh para prefek, berkoordinasi dengan para wali kota,” tambahnya.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Prancis masih memantau perkembangan keamanan di setiap daerah. Pembatasan aktivitas malam hari disesuaikan dengan tingkat kerawanan di wilayah terdampak.
2.513 Orang Ditahan, Puluhan Ribu Personel Dikerahkan
Besarnya skala kerusuhan terlihat dari jumlah penangkapan dan kerusakan yang dilaporkan. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut sebanyak 2.513 orang ditahan dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Dari jumlah itu, 67 orang telah dipenjara. (RTL, 19 Oktober 2026).
Nuñez juga menyampaikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan untuk mengusut dugaan tindak pidana selama aksi massa.



