Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerusuhan Meluas, Prancis Kerahkan 60 Ribu Personel dan Berlakukan Jam Malam

j
Penulis: jpg❯
Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup dan pemotongan layanan publik di Place de la Republique di Paris, Prancis, 17 Oktober 2026. Foto: EPA/Yoan Valat via Al Jazeera
Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup dan pemotongan layanan publik di Place de la Republique di Paris, Prancis, 17 Oktober 2026. Foto: EPA/Yoan Valat via Al Jazeera

Advertisement

batampos - Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam terbatas di sejumlah kota setelah demonstrasi yang dipicu persoalan biaya hidup dan tuntutan reformasi pendidikan berujung bentrokan, penjarahan, serta pembakaran bangunan. Sebanyak 2.513 orang dilaporkan telah ditahan dalam rangkaian kerusuhan tersebut, dengan 67 orang di antaranya dipenjara. Angka penahanan itu dilaporkan media Prancis pada 19 Oktober 2026.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan, penerapan jam malam di sejumlah wilayah membantu meredakan situasi setelah kerusuhan meluas pada akhir pekan. Pembatasan diberlakukan secara terarah di kawasan tertentu, termasuk di Paris, Lyon, Bordeaux, dan Nice, bukan di seluruh wilayah kota. (Reuters, 19 Oktober 2026; Euronews, 20 Oktober 2026).

Dalam pernyataan melalui media sosial X pada Selasa (20/10), Lecornu menyebut kebijakan tersebut berkontribusi terhadap situasi yang lebih tenang pada malam sebelumnya.

Advertisement

“Jam malam yang ditargetkan telah berkontribusi pada ketenangan malam ini,” tulis Lecornu.

Ia juga mengapresiasi petugas kepolisian, gendarmerie atau kepolisian nasional bersenjata Prancis, serta pejabat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Lecornu menegaskan, jam malam tambahan dapat diberlakukan apabila kondisi keamanan di suatu wilayah memerlukannya. Keputusan akan ditentukan oleh prefek atau pejabat pemerintah pusat di daerah, dengan berkoordinasi bersama wali kota setempat.

Advertisement

“Malam ini, jam malam baru akan diputuskan di mana situasi membutuhkannya. Keputusan ini akan dibuat di lapangan, oleh para prefek, berkoordinasi dengan para wali kota,” tambahnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Prancis masih memantau perkembangan keamanan di setiap daerah. Pembatasan aktivitas malam hari disesuaikan dengan tingkat kerawanan di wilayah terdampak.


2.513 Orang Ditahan, Puluhan Ribu Personel Dikerahkan

Besarnya skala kerusuhan terlihat dari jumlah penangkapan dan kerusakan yang dilaporkan. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut sebanyak 2.513 orang ditahan dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Dari jumlah itu, 67 orang telah dipenjara. (RTL, 19 Oktober 2026).

Nuñez juga menyampaikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan untuk mengusut dugaan tindak pidana selama aksi massa.

Advertisement

Artikel Terkait

Demo Ricuh di Prancis, Macron Belum Pertimbangkan Status Darurat

Demo Ricuh di Prancis, Macron Belum Pertimbangkan Status Darurat

Presiden Emmanuel Macron menyatakan Prancis belum perlu menetapkan keadaan darurat meski demonstrasi meluas dan berujung kerusuhan serta pen

Demo Ricuh di Prancis dan Belgia, Menlu RI Imbau WNI Jauhi Lokasi Aksi

Demo Ricuh di Prancis dan Belgia, Menlu RI Imbau WNI Jauhi Lokasi Aksi

Demo di Prancis dan Belgia berujung kerusuhan dan penangkapan. Menlu RI mengimbau WNI di Eropa meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi lokasi

Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, 1.800 Orang Ditangkap

Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, 1.800 Orang Ditangkap

Demo biaya hidup di Prancis berujung kerusuhan. Sebanyak 1.800 orang ditangkap, lebih dari 500 petugas terluka, dan toko-toko dijarah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer