
batampos – Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyerukan penghentian konflik bersenjata di Yaman yang terus menimbulkan korban jiwa dan memperburuk krisis kemanusiaan. Paus juga menyampaikan solidaritas kepada para korban penembakan di sebuah gereja Ortodoks di Yordania.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam doa Angelus mingguan di Vatikan, Minggu (25/10/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Paus menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan masyarakat Yaman, terutama warga Kota Taiz yang menghadapi keterbatasan pangan, air bersih, dan obat-obatan akibat konflik berkepanjangan.
"Saya menyampaikan seruan dari lubuk hati yang paling dalam agar permusuhan dihentikan," ujar Paus Leo XIV, seperti dilansir Antara, Senin (26/10/2026).
Pemimpin Gereja Katolik bernama asli Robert Francis Prevost itu berharap seluruh pihak yang bertikai segera mengakhiri kekerasan dan membuka jalan bagi terciptanya perdamaian.
Menurutnya, masyarakat Yaman dan negara-negara di kawasan sekitarnya berhak menjalani kehidupan yang aman tanpa ancaman perang.
Konflik Yaman Berlangsung Lebih dari Satu Dekade
Yaman dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014.
Situasi semakin memburuk ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Hingga kini, kelompok Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman.
Sementara itu, pasukan pemerintah bersama sekutunya mengendalikan Kota Aden serta sebagian besar wilayah selatan dan timur negara tersebut.
Konflik yang berlangsung lebih dari satu dekade itu telah menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat sipil.
Keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah terdampak perang.
Paus Leo XIV menekankan pentingnya menghentikan permusuhan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara damai.
Paus Berduka atas Penembakan Gereja di Yordania
Selain menyoroti konflik Yaman, Paus Leo XIV turut menyampaikan belasungkawa atas penembakan yang terjadi di Gereja Ortodoks St. George, Harmoud, Yordania, Jumat (23/10/2026).
Insiden berdarah yang terjadi saat prosesi pemakaman itu dilaporkan menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 40 lainnya.
Sejumlah orang bersenjata disebut menyerang umat yang tengah berada di dalam gereja.
Tragedi tersebut mendapat perhatian Paus Leo XIV yang menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Yordania.
"Saya bersama masyarakat dan seluruh rakyat Yordania," kata Paus kelahiran Chicago, Amerika Serikat, tersebut.
Paus juga mengapresiasi kehidupan masyarakat Yordania yang selama ini dikenal memiliki tradisi hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati antarumat beragama.
Ia berharap tragedi tersebut tidak merusak semangat persaudaraan dan toleransi yang telah terbangun di tengah masyarakat.
Ajak Dunia Utamakan Dialog dan Perdamaian
Paus Leo XIV kembali mengingatkan bahwa perang dan kekerasan tidak hanya merenggut nyawa manusia, tetapi juga menghancurkan kehidupan sosial serta memperburuk kemiskinan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat internasional terus mendoakan perdamaian dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog.
Menurut Paus, penghentian kekerasan dan upaya membangun perdamaian harus menjadi prioritas agar penderitaan masyarakat sipil tidak semakin meluas.
"Semoga Tuhan menginspirasi pilihan-pilihan yang berpihak pada dialog dan perdamaian," ujar penerus Paus Fransiskus tersebut.
Seruan itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur damai, baik di Yaman maupun wilayah lain yang masih dilanda kekerasan. (*)

