Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Eropa Jika Kembali Diserang

batampos – Iran membuka kemungkinan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Eropa apabila kembali menjadi sasaran serangan. Ancaman tersebut disampaikan anggota parlemen Iran, Manouchehr Mottaki, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv.
Pernyataan Mottaki sejalan dengan instruksi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Sabtu (31/10). Saat itu, Khamenei meminta militer Iran merespons secara aktif setiap ancaman, dari mana pun ancaman tersebut berasal.
Instruksi tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah perwira tinggi militer Iran.
"Di luar kawasan berarti di tempat-tempat yang digunakan untuk menyerang kami. Saat ini, wilayah geografis yang masuk dalam definisi tersebut, dan terdapat bukti mengenai hal ini, adalah Eropa," kata Mottaki seperti dikutip kantor berita ISNA, dilansir Antara, Selasa (2/11).
"Dengan demikian, dalam konteks tidak adanya batasan geografis, ya, ini berarti rudal kami dapat menjangkau Eropa," imbuhnya.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Teheran kemudian membalas serangan tersebut.
Meskipun intensitas konflik sempat mereda, ketegangan antara kedua pihak belum sepenuhnya berakhir. Risiko kembali pecahnya permusuhan pun masih membayangi kawasan tersebut.
Eskalasi konflik itu bahkan sempat mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut merupakan salah satu lintasan utama distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia.
Gangguan pelayaran di kawasan itu turut memicu kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara. (*)


