Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AI Harus Memperkuat Manusia, Bukan Menggantikan Perannya

j
Penulis: jpg❯
Arsip – Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyampaikan laporan kerja pemerintah periode 2025 dan target kinerja periode 2026. Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Arsip – Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyampaikan laporan kerja pemerintah periode 2025 dan target kinerja periode 2026. Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Advertisement

batampos – Kecerdasan buatan (AI) harus menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya. Penegasan ini disampaikan Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok Li Qiang dalam KTT Konferensi Internet Dunia Wuzhen 2026, Selasa.

Li mengingatkan, perkembangan teknologi internet dan AI seharusnya tetap berorientasi pada manusia. Teknologi mesti membantu manusia meningkatkan kemampuan, membebaskan diri dari keterbatasan, serta memperbaiki kualitas hidup.

”Internet dan kecerdasan buatan harus menjadi perpanjangan dari kemampuan manusia, sarana untuk membebaskan manusia dan bukan sebagai pengganti sepenuhnya,” kata Li.

Advertisement

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini memunculkan fenomena yang patut menjadi perhatian. Mesin semakin menyerupai manusia, sementara manusia justru semakin berperilaku seperti mesin.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai masa depan manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Salah satu persoalan yang muncul adalah kemungkinan manusia kehilangan kendali atas kehidupan mereka sendiri akibat ketergantungan terhadap mesin.

Li menegaskan, secanggih apa pun teknologi internet dan kecerdasan buatan, manusia harus tetap menjadi aktor utama.

Advertisement

Teknologi seharusnya ditempatkan sebagai sarana pendukung yang membantu manusia mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hidup, bukan mengambil alih sepenuhnya peran manusia.

Menurut Li, mesin tetap menjadi alat yang dapat diandalkan untuk membantu manusia memperoleh pekerjaan yang lebih baik sekaligus mendorong pengembangan diri.

Dengan demikian, kemajuan teknologi harus tetap diarahkan untuk mendukung manusia, bukan menjadikan manusia sekadar bagian dari sistem yang dikendalikan mesin. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Higgs Technology Dukung Pengembangan AI untuk Guru di Jatim

Higgs Technology Dukung Pengembangan AI untuk Guru di Jatim

Higgs Technology berkolaborasi dengan Dispendik Jatim mengembangkan kompetensi digital guru melalui pelatihan AI, kompetisi komik digital, d

Komdigi Soroti Risiko AI di Industri Film, dari Pornografi hingga Kekerasan

Komdigi Soroti Risiko AI di Industri Film, dari Pornografi hingga Kekerasan

Komdigi menyoroti risiko AI dalam industri film, mulai dari konten pornografi dan kekerasan hingga tantangan penyensoran yang dihadapi LSF.

91 Persen Pelajar Indonesia Khawatir Penggunaan AI Bikin Belajar Kurang Mendalam

91 Persen Pelajar Indonesia Khawatir Penggunaan AI Bikin Belajar Kurang Mendalam

Survei HP Futures 2026 mengungkap 91 persen pelajar Indonesia khawatir AI membuat belajar lebih cepat, tetapi pemahaman materi kurang mendal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer